Purwokerto – Tim delegasi UKK Koperasi “Kopma Satria Manunggal” Purwokerto berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 dalam cabang lomba esai pada Jambore Koperasi Nasional (JAMKOPNAS) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan pada 4–6 Agustus 2026 tersebut bertempat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. JAMKOPNAS 2026 menghadirkan lima cabang perlombaan, yaitu Business Plan, Esai, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Debat, serta Abang None JAMKOPNAS 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 45 tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
JAMKOPNAS adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh koperasi mahasiswa (Kopma) yang menjadi juara umum pada pelaksanaan sebelumnya. Kegiatan ini juga menjadi salah satu program kerja Badan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (BPP FKKMI). Selain menjadi ruang kompetisi, JAMKOPNAS menjadi wadah bagi koperasi mahasiswa dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar pengalaman, serta memperkuat jejaring antarkopma. Pada JAMKOPNAS 2026, tim SANMORE yang merupakan delegasi dari UKK Kopma Satria Manunggal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto berhasil meraih Juara 3 pada cabang lomba esai. Tim tersebut terdiri atas Sindi Syifa Salsabila, Nayla Putri Salsabila, dan Azzah Ulfa dan di damping oleh Atin Zahrotun Nisa.
Tim SANMORE mengangkat esai berjudul “Sustainable Future Koperasi Produsen Manggar Manis: Model Intergenerational Synergy untuk Meningkatkan Posisi Tawar Penderes Gula Kelapa di Desa Kotayasa”. Esai tersebut membahas permasalahan penderes gula kelapa di Grumbul Genting Selatan, Desa Kotayasa, Kabupaten Banyumas, yang memiliki potensi produksi cukup besar, tetapi kesejahteraannya masih belum optimal. Sebagai solusi, tim SANMORE menawarkan konsep Koperasi Produsen Manggar Manis dengan pendekatan Intergenerational Synergy atau sinergi antargenerasi.
Model tersebut mempertemukan penderes dan pemuda desa dalam satu kelembagaan koperasi. Penderes berperan sebagai pelaku utama dalam proses produksi, sedangkan generasi muda diberikan ruang untuk berkontribusi dalam aspek manajemen, teknologi, inovasi, dan pemasaran.
Koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antargenerasi untuk memperkuat posisi tawar dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Gagasan Manggar Manis juga mengadopsi pendekatan Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dari keberhasilan Koperasi Semedo Manise. Namun, model yang ditawarkan memiliki penekanan berbeda, yaitu pada penguatan sinergi antargenerasi dengan memberikan peran strategis kepada pemuda dalam pengelolaan koperasi.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, khususnya UKK Kopma Satria Manunggal, karena kembali berhasil membawa nama kampus meraih prestasi di tingkat nasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan secara intensif selama hampir dua bulan, mulai dari pendalaman materi, penyusunan gagasan, hingga latihan presentasi dan persiapan menghadapi kompetisi secara langsung. Dukungan dan pendampingan dari para pendamping tim juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan hingga akhirnya berhasil meraih prestasi.

Lebih dari sekadar kompetisi, JAMKOPNAS 2026 menjadi momentum bagi koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperluas jejaring dan membangun hubungan antarkopma. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, program kerja, strategi pengembangan usaha, hingga berbagai inovasi yang diterapkan di koperasi mahasiswa masing-masing.
Dengan diraihnya Juara 3 lomba esai JAMKOPNAS 2026, UKK Kopma Satria Manunggal Purwokerto kembali menunjukkan bahwa koperasi mahasiswa tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan ekonomi mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang untuk melatih kreativitas, kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pengembangan koperasi di Indonesia



