PURWOKETO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto resmi menggelar perhelatan SELARAS x Festival Literasi 2026, Jum’at, (04/09/2026). Perhelatan akbar yang diselenggarakan sedari tanggal 04 hingga 06 September 2026 ini menjadi wujud sinergi nyata dalam mengintegrasikan pengembangan ekonomi syariah serta penguatan literasi masyarakat di wilayah Banyumas Raya.
Kegiatan ini juga melibatkan empat kabupaten yang terintegrasi di eks Karesidenan Banyumas. Daerah-daerah tersebut mencakup Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Kabupaten Purbalingga yang masing-masing mengirimkan UMKM dan potensi unggulan lainnya.
Rangkaian agenda pada hari pertama diawali sejak pagi hari dengan pelaksanaan tadarus bersama atau semaan Al-Qur’an. Usai pembacaan kitab suci, kegiatan berlanjut pada pelaksanaan babak final Lomba Dakwah Ekonomi Syariah.
Memasuki siang hari, momentum puncak acara diisi dengan pelaksanaan opening ceremony yang dihadiri ratusan pengunjung serta jajaran tamu undangan. Berbagai unsur pejabat pemerintah daerah, akademisi, pimpinan lembaga terkait, hingga pelaku usaha tampak memadati area panggung perhelatan.
Prosesi pembukaan diawali secara khidmat melalui pimpinan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh hadirin. Langkah ini menandai dimulainya seluruh komitmen bersama dalam membangun perekonomian daerah yang maju.
Suasana pembukaan kian semarak saat tujuh orang penari membawakan Tari Tradisional Montro Serayu di hadapan para audiens. Tarian kolosal ini secara khusus menggambarkan harmoni dan rekam jejak penyebaran ajaran Islam di wilayah Banyumas Raya.
Pertunjukan seni tersebut memanfaatkan instrumen bambu dan kentongan sebagai lambang penyebaran ajaran Islam yang menyatu dengan kebudayaan lokal. Usai pementasan tari, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan do’a bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, hadir memberikan sambutan kunci mengenai arah kebijakan pengembangan ekonomi kawasan. Ia menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menggali serta mengoptimalkan berbagai sektor unggulan daerah.
Aswin menjelaskan bahwa cakupan pembinaan Bank Indonesia menyasar beragam sektor potensial masyarakat. “Bank Indonesia Purwokerto selalu melakukan pengembangan melalui berbagai potensi. Beberapanya mulai dari sektor kuliner, pariwisata, dan lainnya,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.
Ia juga menambahkan bahwa sektor ekonomi dan keuangan berbasis syariah menjadi pilar penting yang akan terus diperkuat. “Termasuk juga penguatan ekonomi syariah melalui Hebitren, dan pengembangan pasar keuangan syariah,” tambah Aswin.
Lebih lanjut, pimpinan Bank Indonesia Purwokerto tersebut menegaskan visi besar yang ingin dicapainya. Aswin diakhir sambutannya, ia menegaskan ekonomi Banyumas Raya harus kuat, inklusif, dan berdaya saing guna Banyumas Raya yang sejahtera.
Opening ceremony turut diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan rekor MURI atas pencapaian di bidang edukasi literasi. Rekor ini diraih atas rekor edukasi kebanksentralan kepada mahasiswa baru dengan jumlah peserta terbanyak.
Tercatat sebanyak 9.297 mahasiswa baru dari Universitas Jenderal Soedirman terlibat aktif dalam agenda edukasi tersebut. Capaian ini menegaskan besarnya komitmen Bank Indonesia dalam memperluas wawasan kebanksentralan di lingkungan civitas akademika.
Tidak berhenti di situ, Bank Indonesia Purwokerto secara resmi juga meluncurkan platform pembelajaran digital baru bernama piwulang.id. Inovasi peresmian piwulang.id ini dihadirkan sebagai wadah ruang belajar publik untuk maju dan berkembang bersama.
Komitmen terhadap pengembangan UMKM berbasis halal turut ditunjukkan melalui launching Z-Corner Banyumas Kota Lama yang menaungi 15 UMKM lokal. Langkah ini disusul dengan peresmian Halal Food Center UIN SAIZU Purwokerto yang mencakup area Purwasera dan foodcourt kampus.
Sebagai penguatan legalitas operasional, pihak penyelenggara menyerahkan Sertifikat SK Zona Khas secara simbolis. Penyerahan sertifikat Zona Khas tersebut diperuntukkan bagi pengelola Z-Corner Alun-alun Banyumas serta Kantin UIN SAIZU Purwokerto.
Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap konsistensi Bank Indonesia dalam mengawal pembangunan daerah. Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan oleh perwakilan Bupati Banyumas yang hadir di lokasi acara.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, hadir secara langsung mewakili Bupati Banyumas. “Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia Purwokerto yang sudah bersinergi guna pelaksanaan kegiatan SELARAS x Festival Literasi 2026,” tutur Junaidi.
Agenda pembukaan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat halal bagi beberapa pelaku usaha serta penyerahan capaian matching pembiayaan. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi kapasitas produksi serta daya saing produk lokal di pasaran.
Prosesi peresmian pembukaan SELARAS x Festival Literasi 2026 ditandai dengan aksi simbolis. Para pejabat dan jajaran pimpinan secara bersama-sama menuangkan air ke dalam wadah bambu.
Momen penuangan air tersebut langsung disambut dengan riuh tepuk tangan dari ratusan audiens yang berada di depan panggung utama. Sebagai penutup rangkaian pembukaan, dilakukan pemotongan pita sebagai tanda resminya Halal Center di SELARAS x Festival Literasi 2026.
Peran strategis Bank Indonesia dalam membina ekosistem ekonomi syariah juga dirasakan langsung oleh pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren). Lembaga pesantren kini dinilai berhasil didorong menjadi salah satu pusat kekuatan ekonomi baru di daerah.
Wakil Sekretaris Hebitren Banyumas Raya, Rujito, mengungkapkan bahwa pola kemitraan yang dibangun oleh Bank Indonesia sangat bermanfaat baginya. Ia menyebut peran Bank Sentral sangat vital layaknya penyedia dukungan modal pengembangan bagi pesantren.
Rujito memaparkan bahwa Bank Indonesia berperan dalam mendampingi pesantren. “BI kalau menurut kami itu ya semacam angel investor, investor malaikat yang artinya membantu kita (pesantren),” ujar Rujito.
Ia menjelaskan bahwa bentuk dukungan yang diberikan bukan berupa dana tunai, melainkan fasilitas pemberdayaan dan bantuan alat produksi. Rujito juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan berkelanjutan yang terus diberikan hingga saat ini. “Harus berterima kasih sama Bank Indonesia karena sampai hari ini terus konsisten,” tutur Rujito.
Selain penguatan sektor keuangan syariah, pameran literasi dan pameran buku juga mendapat respons positif dari pengunjung. Kehadiran stan pameran buku menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi kalangan mahasiswa.
Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman asal Magelang, Beiruz, memberikan kesannya saat berkunjung ke stan buku. Ia mengapresiasi keberagaman sajian acara yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bagus karena menampilkan berbagai hal dan bisa menarik warga untuk datang ke sini,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar skala pameran buku dan literasi dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. “Saya berharap semoga kegiatan ini bisa berlanjut ke tahun depan dan angka edukasi harus ditingkatkan lagi,” pungkas Beiruz.
Respons senada juga datang dari kalangan masyarakat umum yang memadati area pameran UMKM kuliner. Keragaman produk yang ditampilkan membuat pengunjung antusias mengitari seluruh area pameran.
Seorang pengunjung asal Sokaraja, Ellen, membagikan pengalamannya saat melihat-lihat produk yang dijajakan para pelaku UMKM. Ia mencermati bahwa sajian produk kuliner menjadi komoditas yang paling mendominasi pameran.
Ellen memberikan ulasannya terkait keberagaman produk UMKM yang ada di lokasi acara. “Memang banyaknya makanan ya, variasinya sih memang bermacam-macam,” terang Ellen.
Ia pun menyuarakan harapannya agar publikasi dan jangkauan kepesertaan UMKM dapat terus diperluas pada ajang berikutnya. “Kalau harapannya sih semoga next event manapun promosinya bisa lebih kenceng dan mengajak UMKM yang lebih luas,” ujar Ellen.
Rangkaian acara pada hari pertama SELARAS x Festival Literasi 2026 dilanjutkan pada sore hari dengan agenda Seminar Pembiayaan Syariah. Diskusi tersebut menghadirkan pakar dari Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), ASBISINDO, serta OJK Purwokerto.
Perhelatan hari pertama kemudian ditutup secara megah pada malam hari melalui gelaran Tabligh Akbar dan Senandung Shalawat Serayu. Acara keagamaan masyarakat ini menghadirkan penceramah Ustadz Hilman Fauzi bersama Gus Mabni Rukhama atau Gus Ahong.





