Pada pagelaran ke 3 ini, akhirnya bisa dikatakan: “membisikkan Serayu, liukan seni yang tak pernah layu.”
BANYUMAS. Manggala, panggung alam terbuka menjadi ruang ekspresi bagi penari untuk meliukkan selendangnya. Gemulainya menghipnotis pengunjung yang seraya bertambah setiap menitnya. Hadir dari berbagai kalangan, pengunjung Bisik Serayu menempatkan diri di depan area manggala. Beralaskan tikar sederhana pengunjung berkumpul siap menyaksikan seluruh rangkaian yang disajikan. Bisik Serayu 2026 terselenggara sejak tanggal 29 Agustus dan selesai pada 30 Agustus 2026. Bertempat di Joglo Gayatri, Rianto Dance Studio, pengunjung memadati area panggung dengan antusias.
Bisik Serayu 2026 menjadi festival tahunan dan sudah memasuki tahun ke-3. Lokasinya dekat dengan pipir serayu menambah kesejukan dan keelokan alam. Dihiasi dengan janur kuning melengkung yang dipasang menjulang tinggi di dekat pangung. Warnanya menghiasi manggala pada setiap acaranya. Tak hanya itu, gamelan dan alat musik lain tertata rapi di area manggala dan siap mengiringi satu persatu acara hingga selesai.
Oemah tari liemantara menampilkan dua tarian yang menggugah pengunjung, yaitu tari sukma nunggal dan tari lengger gugah. Tari sukma nunggal, melambangkan laku spiritual manusia yang menyatu dengan selaras. 15 penari perempuan dengan selendang kuning nya mewarnai manggala. Teriakan pengunjung disertai gemuruh tepukan tangan semakin membawa suasana menjadi ramai gembira.
Tak sampai disitu, sanggar suryadininggar juga turut memeriahkan manggala. Balutan aksesoris di kepala menjadi ciri khas dan elok di mata. Dengan nuansa baju berwarna biru ditambah selendang kuning nya, penari membawakan tari tanjung gumilang dan tari lunggar yang melambangkan keanggunan dan ketangkasan.
Sanggar Domas menampilkan 9 penari dengan nuansa musik modern. Aksesoris di telinga berwarna merah dan kuning menambah nyala semangat seluruh yang hadir. Tak hanya itu, bulu berwarna putih yang berdiri tegak menambah keanggunan sang penari. Penari-penari ini didominasi usia pelajar dari berbagai sekolah di Banyumas.

Selain itu, Sanggar Panjimas, tampil memukau dengan persembahan penari cilik berselendang. Mereka membawakan Tari Ngoser. 13 penari Sanggar Panjimas menunjukkan kemampuannya dalam seni gerak tubuh. Gerakan yang lincah, memadukan kejelian dan melambangkan semangat pantang menyerah menjadi makna tersirat yang disampaikan oleh penari. Dalam gerakannya, fokus utama dalam memainkan selendang menambah nilai estetik penari. Menikmati semilir angin siang menjelang sore menjadi seni yang memadukan alam dan gerak keindahan.
Dalam proses mempersiapkan penampilan di Bisik Serayu 2026, Sanggar Panjimas menjelaskan akan persiapannya. Termasuk Ruli yang semangat meskipun latihan selama 3 hari saja.
“Kami latihan hanya selama 3 hari saja. Sebenarnya sudah diinfokan akan tampil di Bisik Serayu sejak jauh-jauh hari namun latihannya tetap hanya 3 hari menjelang pentas”, jelas Ruli saat ditemui selepas tampil. Ia menambahkan Sanggar Panjimas sudah pernah tampil di Bisik Serayu 2025 dan ini kali ke-2 mereka tampil.
Bisik Serayu 2026 menghadirkan berbagai sudut pandang penari dalam mengungkapkan alasan untuk tampil. Salah satunya Anisa yang saat ini kelas 2 SMP.
Anisa mengungkapkan ia tertarik untuk tampil di Bisik Serayu karena menarik dan asik. “Bisik Serayu itu festival tari yang asik, jadi tertarik untuk ikut tampil di sini, tutur Anisa.
Melalui gerak tubuh, tarian-tarian di Bisik Serayu mampu menyiratkan makna. Selain itu, Bisik Serayu menghadirkan berbagai ruang baru. UMKM yang berjejer di sekitar lokasi menjadi penyokong keramaian. Masyarakat sekitar lokasi Bisik Serayu juga turut menjadi bagian tak terisahkan. Pada pagelaran ke 3 ini, akhirnya bisa dikatakan: “membisikkan Serayu, liukan seni yang tak pernah layu.” (IAN)
Ini adalah reportase yang tim jurnalis bilfest.id kerjakan melalui riset dan wawancara langsung kepada narasumber di lapangan. Isi yang dipublikasikan sudah melalui persetujuan narasumber dan penyeleggara Bisik Serayu Festival 2026.Tidak diperkenankan melakukan parafrase, pengambilan sebagian atau seluruhnya pada reportase ini. Mari kita jadikan kerja reportase untuk mendukung ekosistem event seni budaya di Banyumas.


