Unsoed Dorong Literasi Sastra Anak Banyumas melalui Pelatihan Cipta dan Musikalisasi Puisi di Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto

PURWOKERTO. Pelatihan Cipta dan Musikalisasi Puisi untuk Meningkatkan Literasi Sastra sukses digelar pada 15, 16, 29 Agustus 2026 di Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengikis kejenuhan metode belajar konvensional sekaligus memantik minat baca, keterampilan menulis, dan rasa percaya diri anak melalui ekspresi sastra yang menyenangkan dengan bermusikalisasi puisi.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang diketuai oleh Nila Mega Marahayu, S.S., M.A., dengan anggota Octaria Putri Nurharyani, M.Hum., Ika Oktaviana, M.A., Imam Suhardi, M.Hum. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat skema penerapan IPTEKS yang didanai melalui hibah LPPM Unsoed Tahun 2026.

Sebanyak 25 peserta dari anak-anak Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai struktur puisi, teknik menulis puisi, cara membaca puisi dan bermusikalisasi puisi, serta pendalaman nilai-nilai budaya banyumas sebagai sumber penciptaan karya sastra. Pelatihan ini menjadi wujud nyata dedikasi akademisi Unsoed dalam merawat dan menghidupkan budaya lokal melalui medium sastra.

Pengasuh di Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto, Julian Wardana menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, Kegiatan ini sangat positif bagi anak-anak Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto, dengan susunan acara yang bisa mengajak untuk menghidupkan semangat berliterasi, menulis, membaca, dan seni lainnya. “Kegiatan ini memberikan manfaat yang dirasakan bagi anak-anak Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto yaitu menumbuhkan jiwa seni, kreativitas, dan pengalaman cipta baca dan musikalisasi puisi,” ungkapnya. Harapannya setelah kegiatan ini, anak-anak Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto bisa mengaplikasikan sendiri ilmu yang sudah diterima, terus berkarya menulis puisi untuk mencurahkan isi hatinya, dan tentunya bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari pelaksanaan pelatihan lahirlah sejumlah puisi anak-anak yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Banyumas. Karya-karya anak-anak kemudian dihimpun dalam sebuah buku antologi berjudul Senandung anak-anak penggembala mimpi: Kumpulan puisi sastra anak Banyumas. Para penulis dalam antologi ini antara lain Nisa Ardani, Herlambang Kurnia Leksana, Muhammad Ilham, Shela Agasti Khoirunnida, dan beberapa anak lainnya. Buku tersebut menyajikan kumpulan puisi dibuat oleh anak-anak yang berbicara tentang Banyumas.

Julian Wardana menilai kehadiran buku tersebut sebagai momentum penting bagi anak-anak untuk menyukai literasi dan memahami sastra Banyumas. “Kesannya luar biasa dan semoga tidak berhenti sampai di Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto tetapi terus berkembang dan bertumbuh, memberikan manfaat literasi dan edukasi untuk yang lainnya,” ujarnya.

Buku Senandung anak-anak penggembala mimpi: Kumpulan puisi sastra anak Banyumas menjadi capaian luar biasa, tidak hanya bagi peserta dan Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto, tetapi juga bagi perkembangan sastra anak dan khazanah Sastra Indonesia. Antologi ini tercatat sebagai buku kumpulan puisi yang dibuat oleh anak-anak berbicara tentang Banyumas.

Ketua tim pengabdian, Nila Mega Marahayu, menegaskan bahwa buku ini lebih dari sekadar karya. “Puisi-puisi dalam buku ini juga membawa warna Banyumas. Lingkungan, kehidupan sehari-hari, budaya, kebiasaan, serta hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan anak menjadi bagian dari dunia yang mereka ceritakan. Dari proses itu, kami belajar bahwa sastra anak tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang rumit. Sastra dapat tumbuh dari pengalaman sehari-hari, dari apa yang anak-anak lihat, dengar, rasakan, dan cintai”.

Keberhasilan pelatihan dan terbitnya buku ini tidak lepas dari dukungan Rumah Asuh Baitii Jannatii Purwokerto, ketersediaan fasilitas yang memadai, semangat belajar para anak-anak, serta dukungan penuh dari LPPM Unsoed. Tim pengabdian juga membuka ruang evaluasi melalui kuesioner untuk mengukur dampak program dan peluang pengembangan di masa mendatang.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga melahirkan semakin banyak karya sastra anak yang tidak hanya indah secara estetis, tetapi juga berperan sebagai penjaga dan pewaris budaya lokal Banyumas di tengah dinamika zaman modern. Semoga antologi ini menjadi ruang kecil yang terus menjaga nyala kecintaan anak-anak terhadap sastra, sekaligus menjadi salah satu cara untuk mengenalkan dan merawat kekayaan budaya Banyumas melalui sastra anak. Semoga puisi-puisi di dalamnya dapat dibaca, didengar, dinyanyikan, dan terus hidup dari satu hati ke hati yang lain.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *