Banyumas Kategori Awas Kekeringan, MDMC dan LazisMu Salurkan 7.000 Liter Air Bersih ke Desa Cipete

BANYUMAS – Dampak kekeringan meteorologis di wilayah Kabupaten Banyumas kian meluas dan memasuki kondisi yang semakin memprihatinkan. Berdasarkan rilis peringatan dini BMKG dan BPBD Kabupaten Banyumas untuk periode Dasarian 2 September (11–20 September 2026), Kabupaten Banyumas resmi ditetapkan masuk dalam Kategori Awas kekeringan meteorologis.

Menanggapi krisis air bersih tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Banyumas bergerak cepat berkolaborasi dengan LazisMu Banyumas untuk mengalirkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus bantuan aksi kemanusiaan ini adalah Desa Cipete, Kecamatan Cilongok. Relawan MDMC Banyumas turun langsung ke lokasi membawa bantuan ribuan liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Relawan MDMC Banyumas, Yahya (yang akrab disapa Ndan Aceng), menyampaikan bahwa dalam aksi tanggap darurat ini, MDMC bersama LazisMu berhasil mendistribusikan sebanyak 7.000 liter air bersih.

“Untuk distribusi kali ini di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, kami menyalurkan total 7.000 liter air bersih. Bantuan air ini secara langsung dirasakan oleh 130 Kepala Keluarga (KK) yang memang sudah sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ndan Aceng saat diwawancarai.

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak di Banyumas

Berdasarkan data update infografis Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla BPBD Kabupaten Banyumas per 12 September 2026, kondisi kekeringan di Banyumas tercatat meluas hingga 19 kecamatan.

Secara keseluruhan, terdapat 62 desa/kelurahan serta 13 fasilitas umum yang terdampak kekeringan. Total warga yang terdampak mencapai 14.737 KK atau sekitar 51.534 jiwa, dengan total distribusi air bersih yang telah disalurkan oleh BPBD beserta jaringan sukarelawan (termasuk MDMC) mencapai 3.616.000 liter.

Mengingat status Kabupaten Banyumas yang berada pada Kategori Awas, BPBD mengimbau masyarakat untuk senantiasa bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih harian, mengantisipasi potensi kekurangan air sektor pertanian dan domestik, serta tetap waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

MDMC dan LazisMu Banyumas berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BPBD serta pihak terkait guna menyisir wilayah-wilayah lain yang masih sangat membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *