Diselamatkan Penalti Mbappé! Real Madrid Tekuk Marseille, Fans: DNA Champions League Memang Gak Bisa Bohong

Real Madrid sukses meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Olympique Marseille pada laga pembuka fase grup Liga Champions 2025/26 di Santiago Bernabéu, Selasa (16/9/2025) malam. Kemenangan Los Blancos ditentukan lewat dua penalti Kylian Mbappé yang jadi penentu arah pertandingan.

Real Madrid menang 2-1 melawan Marseille berkat dua penalti Mbappé, meski permainan Madrid tidak mendominasi. Pemain kunci adalah Kylian Mbappé (dua gol penalti), Geronimo Rulli (kiper Marseille), serta pelatih Xabi Alonso dan Roberto De Zerbi. Dalam laga Selasa, 16 September 2025, matchday pertama Liga Champions 2025/26 di Santiago Bernabéu, markas Real Madrid. Bagi Madrid, ini start penting menjaga tradisi bagus di Liga Champions. Marseille ingin membuktikan diri bisa bersaing di Eropa, tapi eksekusi akhir menghukum mereka. Marseille mendominasi penguasaan bola (56,7%) dan melepaskan serangan bertubi-tubi, namun gagal memanfaatkan peluang. Madrid lebih efektif, memaksimalkan dua momen penalti untuk mengamankan poin penuh.

Ada beberapa analisis yang terhimpun setelah pertandingan

Pertama, Dominasi Marseille, Efektivitas Madrid. Marseille tampil berani dengan pressing tinggi dan distribusi bola lebih rapi (455 umpan vs 344). Namun, Real Madrid terbukti lebih klinis, terutama lewat dua penalti Mbappé yang dieksekusi dengan dingin.

Kedua, Mental Juara Real Madrid. Meski kalah dominasi, Madrid tahu cara menang di Liga Champions. Faktor pengalaman dan mentalitas di momen krusial jadi pembeda nyata dibanding Marseille yang kehilangan fokus.

Ketiga, Problem Marseille: Finishing Buruk. Les Olympiens menciptakan peluang, tapi finishing tumpul. Ketika Madrid hanya butuh dua penalti untuk mengunci laga, OM justru membuang peluang emas yang bisa mengubah hasil.

Keempat, Wasit & Kontroversi Penalti. Keputusan memberi penalti kedua Madrid jadi perdebatan. Marseille merasa dirugikan, sementara Madrid kembali diuntungkan momen penting di Bernabéu. Drama semacam ini seakan jadi “ritual wajib” ketika Madrid main di Eropa.

Lalu, bagaimana komentar penonton setelah pertandingan?

Dari Fans Madrid: “Madrid main jelek pun tetap bisa menang, DNA UCL gak bisa bohong!”. Sedangkan Fans Marseille: “Kita kalah, tapi nunjukin bisa lawan Madrid di Bernabéu. Finishing aja yang kurang”. Berbeda dengan netizen netral: “Kalau ada Madrid, selalu ada drama penalti. Wasit kayaknya member Bernabéu jug”

Prediksi laga berikutnya

Dari sisi Real Madrid: Xabi Alonso harus merapikan transisi bertahan agar tidak terus ditekan lawan. Mbappé jelas akan jadi tumpuan, tapi Madrid perlu lebih banyak opsi gol selain penalti.

Sedangkan Marseille: Roberto De Zerbi bisa membawa tim ini lolos grup kalau penyelesaian akhir diperbaiki. Intensitas permainan mereka sudah level top Eropa, tinggal butuh killer instinct di depan gawang.

Real Madrid mungkin belum main cantik, tapi tetap menang berkat mentalitas juara dan Mbappé. Marseille pulang dengan kecewa, tapi permainan mereka justru memberi pesan: Les Olympiens siap bikin kejutan di grup neraka musim ini.

Share sekarang, pahala belakangan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *