Menulis Ulang Takdir: Budayawan Banyumas Edhon dan Palupi, Sebuah Simfoni Bahagia di Usia Matang

Warga Banyumas kembali dibuat terkejut sekaligus tersenyum lebar. Bukan karena polemik budaya atau diskusi sastra panas, melainkan kabar bahagia dari seorang budayawan Banyumas berusia 60-an yang resmi menikah lagi. Nama itu adalah Edi Romadhon bin Ahmad Munawir, atau yang lebih akrab disapa Edhon. Di usia ketika sebagian orang sibuk mencari kacamata baca, beliau justru menemukan pasangan hidup baru. Sontak, celetukan khas pun muncul: tua-tua kok makin menjadi-jadi.

Pernikahan Edhon dengan Palupi Sekarjati binti Suyamto ini bukan sekadar hajatan biasa, tapi menjadi perbincangan hangat dari warung kopi hingga lini masa media sosial Banyumas. Banyak yang kaget, tapi lebih banyak lagi yang ikut senang. Sebab, bagi seorang budayawan, hidup adalah proses membaca ulang makna—dan kali ini, Edhon memilih bab baru yang lebih romantis. Bukti bahwa kebudayaan bukan hanya soal masa lalu, tapi juga keberanian menjemput masa depan, meski usia sudah kepala enam.

Janji suci itu terukir pada suatu pagi di hari Sabtu, 27 Desember 2025. Sebuah pertalian suci di penghujung tahun yang dingin karena hujan. Namun kini hangat karena berselimut kesyukuran dan kebahagiaan.

Acara syukuran pernikahan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa–Rabu, 30–31 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Dua hari penuh—seolah ingin menegaskan bahwa kebahagiaan memang tak cukup dirayakan sebentar. Lokasinya pun membumi dan bersahaja, khas Banyumas: Jl. Santa No. 17 RT 02 RW 03, Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Undangan ini seakan berkata: silakan datang, bawa doa, dan jangan lupa senyum.

Pada akhirnya, pernikahan Edi Romadhon (Edhon) dan Palupi Sekarjati menjadi pengingat manis bahwa hidup tak pernah kehabisan kejutan. Bahwa cinta tak selalu datang di usia muda, dan kebahagiaan bisa hadir justru ketika seseorang sudah matang oleh pengalaman. Jadi kalau ada yang nyeletuk, tua-tua makin menjadi-jadi, mungkin jawabannya sederhana: iya, menjadi-jadi dalam bahagia, dalam niat baik, dan dalam keberanian memulai lagi. Semoga langgeng, sakinah, dan penuh berkah.

Share sekarang, pahala belakangan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *