Uji Coba Car Free Day (CFD) di Desa Sokaraja Tengah bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan bermotor untuk beberapa jam. Kegiatan ini merupakan langkah awal desa untuk memulai perubahan. Tujuannya adalah menciptakan ruang publik yang lebih sehat, ceria, dan berdaya. Di tengah rutinitas masyarakat yang bergantung pada kendaraan, CFD hadir sebagai pengingat akan kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui inisiatif ini, jalan desa bertransformasi dari sekadar lintasan untuk bergegas pergi, menjadi tempat untuk berhenti sejenak, menghirup udara tanpa polusi, dan menyadari bahwa kekayaan sejati sebuah desa terletak pada kebersamaan warganya yang melangkah beriringan.
Pada hari Minggu, 21 Desember 2025, jalanan yang biasanya dipenuhi deru mesin dan asap knalpot kendaraan tampak berbeda. Pagi itu, uji coba CFD mulai dilaksanakan dengan menutup akses kendaraan bermotor, mengubah aspal yang kaku menjadi panggung interaksi yang luas. Warga desa yang biasanya hanya bertegur sapa lewat jendela kendaraan yang tertutup, kemarin terlihat bebas berjalan kaki, menghirup udara pagi yang bebas dari polusi, dan berkeringat bersama dalam senam massal. Suasana semakin hidup ketika para warga mulai dari balita hingga lansia ikut meramaikan kegiatan ini. Inilah definisi sehat, di mana ruang publik mendukung warganya untuk terus bergerak aktif tanpa mengkhawatirkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Keceriaan terpancar jelas dari wajah setiap warga Desa Sokaraja Tengah. Dalam ruang terbuka ini, semua orang berbaur tanpa memandang status sosial. Seperti pedagang UMKM, tokoh masyarakat, dan warga biasa yang asyik mengobrol santai, menciptakan keakraban, yang merupakan pemandangan yang sangat mahal, langka dan jarang terjadi di hari-hari biasa. Suasana desa terasa lebih tenang karena berkurangnya kebisingan dan polusi udara. Ketenangan ini memberikan efek ‘healing’ atau pemulihan bagi jiwa yang lelah dengan rutinitas. Di sini kita kembali diingatkan betapa nikmatnya menghirup udara bersih yang tidak hanya baik bagi paru-paru, tetapi juga menyejukkan hati yang terbiasa dengan hiruk pikuk.
Uji coba ini menunjukkan bahwa ekonomi desa memiliki potensi yang luar biasa jika diberi wadah yang tepat. Para pelaku UMKM terlihat sangat antusias karena dapat memperkenalkan berbagai produk makanan dan minuman mereka kepada warga Desa Sokaraja Tengah. Lapak-lapak sederhana yang berjejer rapi di sepanjang jalan itu tidak hanya menjadi tempat untuk bertransaksi, tetapi juga menjadi panggung bagi kreativitas lokal. Setiap rupiah yang kita belanjakan untuk membeli dagangan tetangga sendiri tidak akan hilang keluar desa, melainkan terus berputar di antara kita sendiri. Semangat ‘dari warga untuk warga’ ini menjadi kunci utama yang akan membawa Desa Sokaraja Tengah menjadi desa yang lebih mandiri dan berdaya ekonomi.
Keberhasilan uji coba ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil kolaborasi hebat dari berbagai elemen desa. Seperti Pemerintah Desa (Pemdes) Sokaraja Tengah yang berperan sebagai pelindung dan pengatur kebijakan, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib, Karang Taruna Kusuma Yudha IV yang bertugas langsung di lapangan mengatur arus lalu lintas, menata lokasi lapak, serta mendokumentasikan setiap momen kegiatan. Lalu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mempunyai peran penting yaitu membersamai kegiatan ini supaya dapat berjalan dengan lancar. Kolaborasi ini menunjukkan kekuatan gotong royong yang nyata. Semua pihak saling mendukung sesuai perannya masing-masing. Melihat mereka bekerja sama rasanya seperti melihat keluarga besar yang kompak dan penuh semangat.
Namun, sebagai sebuah langkah awal, pelaksanaan uji coba CFD di Desa Sokaraja Tengah tentu tidak luput dari kekurangan yang harus diperbaiki. Di mana, masih dibutuhkannya inovasi pada fasilitas pendukung supaya dapat menarik daya minat warga serta evaluasi menyeluruh pada bagian ketersediaan tempat sampah, pengaturan kantong parkir yang lebih rapi bagi warga luar, dan tentunya kerja sama dari berbagai pihak untuk mendukung jalannya kegiatan ini. Selain itu, masyarakat juga belum sepenuhnya memahami tujuan kegiatan ini, sehingga komunikasi yang lebih intensif dari pemerintah desa dan pihak terkait sangat diperlukan di sini.

Secara keseluruhan, uji coba CFD Desa Sokaraja Tengah telah memberikan dampak positif yang nyata dan membuka peluang lebar untuk pelaksanaan yang jauh lebih baik di masa mendatang. Kegiatan ini bukan sekedar acara seremonial satu hari, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga. Dengan perencanaan yang semakin matang, dukungan masyarakat, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kita berharap bahwa kekurangan teknis yang terjadi kemarin akan berubah menjadi kekuatan di hari esok. Dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat adalah nyawa dari kegiatan ini, karena tanpa partisipasi aktif warga, sebuah kebijakan hanyalah sekadar aturan dari kertas.
Kedepannya, semoga CFD ini bisa menjadi program rutin yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengurangan polusi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial yang sempat memudar. Mari kita jadikan momen Minggu pagi ini sebagai budaya baru, tradisi baru untuk sama-sama mengingatkan kepada keluarga, saudara, atau sahabat kita akan pentingnya menjaga kesehatan, keharmonisan dan kebersamaan. Dengan semangat gotong royong yang terus menyala, CFD ini akan menjadi saksi bisu perjalanan Sokaraja Tengah menuju desa yang lebih sehat, ceria, berdaya, dan penuh dengan kehangatan kekeluargaan.


