PEMALANG. Gelora seni dan budaya lokal siap menggetarkan masyarakat Kabupaten Pemalang. Persembahan kolaborasi ciamik dari Sanggar Seni Kidung Madja dan Matja Bhaca akan mewujudkan festival budaya tingkat desa pertama yang megah bertajuk Bumi Gelagah Festival 2026.
Dihelat di Lapangan Sepak Bola Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pesta rakyat ini akan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Sabtu dan Minggu, 15–16 November 2026. Festival ini dirancang bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang perjumpaan warga untuk merawat warisan tradisi, literasi, dan kreativitas desa.
Berbagai agenda menarik telah disiapkan sejak hari pertama, mulai dari kirab budaya, workshop, selasar bhaca, kelas kreatif karawitan, pementasan drama, hingga parade tari tradisional. Suasana dipastikan makin meriah pada hari kedua dengan adanya senam bersama, jalan sehat, dolanan tradisional, serta panggung Festival Band.

Puncak acara yang paling dinanti warga adalah sesi “Sinau Bareng” bersama Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang populer disapa Noe Letto pada Minggu malam. Kehadiran vokalis grup musik Letto tersebut diharapkan memberikan ruang diskusi hangat yang sarat akan pesan kebijaksanaan dan inspirasi bagi pemuda desa.
Antusiasme tinggi menyelimuti jajaran penyelenggara atas terselenggaranya ajang bernilai tinggi ini. Amilatun Nabawiyah, salah satu panitia penyelenggara mengungkapkan, “Ini adalah event kebudayaan besar yang diselenggarakan oleh desa. Jadi mari kita dukung dan doakan supaya berjalan lancar dan bermanfaat.” Amilatun merupakan salah satu tim BIL Fest 2025.
Dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesian Raya, serta LPDP menjadi bukti nyata bahwa semangat kebudayaan dari pelosok desa mampu mendapat apresiasi di tingkat nasional. Bagi warga Pemalang dan sekitarnya, ajang ini tentu menjadi momentum berharga untuk bersama-sama merayakan identitas budaya lokal.





