Ratusan pasang mata menjadi saksi pementasan Kembang Mangsan Peralihan. Pentas teater dari Sanggar Seni Samudra ini memukau para penonton yang mengikuti pembukaan Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic Soetedja 2026.
BANYUMAS. Seremoni pembukaan festival tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi, M.T., beserta jajaran, termasuk Kepala Bidang Kebudayaan, Amyati, S.Sos., M.Si. Hadir pula keluarga besar Raden Soetedja yang pada pagi harinya, Selasa (21/10/2026), menyaksikan peresmian patung Raden Soetedja di Stasiun Kereta Api Purwokerto.
Berlokasi di Gedung Kesenian Soetedja, pembukaan berlangsung meriah. Pengunjung mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari keluarga Raden Soetedja melalui sambutan Dewi Arini, salah satu cucu dari Raden Soetedja. Dewi Arini mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, PT KAI, dan seluruh masyarakat Kabupaten Banyumas yang telah menjadikan Raden Soetedja dan karya-karyanya sebagai inspirasi dalam berkarya.
Sambutan dari Pj. Bupati Banyumas yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinporabudpar Ir. Junaidi, M.T. menyampaikan bahwa seni pertunjukan di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu upaya nyata untuk menjaga warisan para pendahulu.

Selain itu, pihak keluarga Raden Soetedja memberikan plakat apresiasi kepada Bupati Banyumas dan Dinporabudpar yang telah merawat serta melestarikan kesenian sang maestro, salah satunya dengan menyematkan nama beliau pada gedung kesenian tersebut. Plakat diterima langsung oleh Ir. Junaidi, M.T. dan Amyati, S.Sos., M.Si.
Acara yang berlangsung pada malam hari, 21 Oktober 2026, menjadi pembuka rangkaian kegiatan Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic Soetedja 2026.
Pentas Teater Kembang Mangsan Peralihan oleh Sanggar Seni Samudra
Naskah Kembang Mangsan Peralihan ditulis oleh Jarot Citro. Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) ini tidak hanya menulis naskah, tetapi juga ikut bermain peran di panggung. Pentas teater ini disutradarai oleh Setyo Wibowo dengan Fajar Bangbeng sebagai Pimpinan Produksi.

Pementasan ini diperkuat oleh deretan pemain talentatis, yakni Timbang Apit Afifah, Titis Wahyudi, Faisal Jayenk, Jarot Citro, Babeh Widi Aming, Buyung Buij, Tio, Wahyu, Edi Romadhon, Astuty Gonel, Bahrin, Yudha Jati, Tipeng, Ibnu, dan Eni. Sisi musikalitas panggung diiringi oleh karya musik dari Yono Kucing, Ariya Baskara, Evan Bastian, dan Dian KenNiup. Sementara di belakang layar, kesuksesan pementasan ini ditopang oleh tim produksi yang terdiri dari Misi Andila, Ela Evita, Yudhi Bawor, Wawa Nyamuk, Kinkin Huang, Alle, Malon B, Rafli, Diana Kintel, Parti Mamake, Kesed, Siska, Kuying, Kania, dan Sentir Kalimasada.
Pentas kali ini mengisahkan tentang Lengger Surti (diperankan oleh Timbang Apit Afifah), putri dari Ki Merta (diperankan oleh Edi Romadhon/Edhon). Surti adalah seorang penari lengger cantik yang digoda oleh Ki Lurah dan Sardi, seorang juragan gabah. Dalam situasi tersebut, Surti selalu dijaga dan dibela oleh Barja, seorang begundal pasar yang mencintainya. Perkelahian pun tak terhindarkan antara Barja melawan Ki Lurah dan Sardi. Pertikaian tersebut menyebabkan pemimpin Kawedanan memenjarakan Barja. Pada akhirnya, sang pemimpin Kawedanan-lah yang menikahi Surti.
Penampilan matang dari para aktor Sanggar Seni Samudra ini menjadi penanda kualitas para seniman teater di Kabupaten Banyumas. Penonton terpesona dengan aksi teatrikal yang diselingi improvisasi menyegarkan dan mengundang tawa dari Ki Merta (Edi Romadhon).
Pementasan diakhiri dengan tewasnya suami Surti (pemimpin Kawedanan) di tangan Barja, yang telah berubah menjadi pemuda pemelawan penguasa semena-mena. Namun, tragisnya, Barja akhirnya tewas ditembak oleh Surti yang ternyata memilih setia kepada suaminya.
Masyarakat dan pengunjung dapat menyaksikan berbagai agenda seni hingga tanggal 25 Oktober 2026, dengan rincian jadwal sebagai berikut:
Jadwal Rangkaian Acara Festival (21–25 Oktober 2026)
- Hari 1, Rabu, 21 Oktober 2026
- Area Stage Indoor (19.00 – 22.00 WIB): Pementasan Teater Samudra (Kembang Mangsan Peralihan)
- Hari 2, Kamis, 22 Oktober 2026
- Area Stage Indoor (09.00 – 15.30 WIB): Lomba Band SMA/SMK dan Mahasiswa
- Area Stage Indoor (19.30 – 21.00 WIB): Pentas Apresiasi Hasil Lokakarya Musik
- Hari 3, Jumat, 23 Oktober 2026
- Area Stage Indoor (19.00 – 22.00 WIB): Purwokerto Teater Movement (Showcase Peserta Residensi Teater: Purbararang vs Purbasari)
- Area Stage Outdoor (15.30 – 20.00 WIB): Tari Ocar-Acir (15.30), Tari Gambyong Banyumasan (16.00), Gondolio (16.30), Tari Gethuk Goreng Soharja (19.00), dan Tari Tani (19.30)
- Hari 4, Sabtu, 24 Oktober 2026
- Area Stage Indoor: Purwokerto Pantomime Series 2026 / Workshop dan Pementasan Pantomime (09.00 – 17.30 WIB) & Pesta Sinema Festival Film Banyumas 2026 (19.00 – 22.00 WIB)
- Area Stage Outdoor: Begalan Calung (10.00 – 10.30 WIB), Bongkel (16.00 – 16.30 WIB), dan Rindingan (19.00 – 19.30 WIB)
- Hari 5, Minggu, 25 Oktober 2026
- Area Stage Indoor: Sarasehan Sastra & Pementasan Puisi (09.00 – 15.00 WIB), Lengger Calung (12.30 – 12.50 WIB), Screening Film & Sharing Session (15.30 – 17.00 WIB), Penayangan Film Dokumen Terang Penjol (19.00 – 20.00 WIB), serta Fragmen Ebeg Garap & Closing (20.30 – 21.30 WIB)
- Area Stage Outdoor: Henthongrn (10.00 – 11.00 WIB), Battle Dance / Lenggeran x Hip Hop (15.30 – 16.00 WIB), dan Cowongan (16.00 – 17.00 WIB)




