Feslitmas 2025: Saat Literasi Banyumas Menyala di Era Digital

Purwokerto, Riuh suara musik, deretan stan buku warna-warni, dan tawa pengunjung memenuhi Sasana Krida GOR Satria Purwokerto pagi itu. Di antara rak-rak penuh buku dan layar interaktif, anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga komunitas literasi lokal berkumpul dengan semangat yang sama: merayakan literasi.

Festival Literasi Masyarakat Banyumas atau Feslitmas 2025 resmi digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Banyumas pada 10–12 Oktober 2025. Tahun ini, festival mengusung tema “Menguatkan Literasi Masyarakat Melalui Transformasi Literasi Digital.”

Dalam salah satu unggahan Instagram-nya, akun @dinarpusbanyumas menuliskan:

“Mari bersama-sama kita hidupkan budaya baca di Banyumas, adaptasikan literasi ke dunia digital, dan ciptakan karya yang menggugah. #Feslitmas2025”

Pernyataan itu menjadi semacam undangan terbuka bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian: tak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai kreator dan pemangku literasi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Feslitmas 2025 tak hanya menampilkan pameran buku dan bedah karya, tetapi juga menghadirkan kelas literasi digital, lomba konten kreatif, dan talkshow bersama pegiat literasi nasional. Di setiap sudut, pengunjung bisa menjumpai anak-anak yang asyik membaca, remaja yang sibuk membuat vlog literasi, hingga komunitas yang berbagi cerita tentang perjuangan menulis dari kampung halaman.

Salah satu pengunjung, Neo Amroni, datang bersama istri dan anak-anaknya. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu di akhir pekan untuk refresing yang bernuansa literasi bersama keluarganya.

“Biasanya anak-anak lebih suka main gawai, tapi di Feslitmas ini mereka justru tertarik membaca dan ikut lomba gambar. Suasananya seru dan edukatif,” ujar Neo dengan senyum bangga.

Selama tiga hari penuh, Feslitmas menjadi ruang pertemuan ide, pengetahuan, dan kreativitas. Masyarakat diajak menjelajahi dunia literasi yang kini merambah ke ranah digital dari e-book hingga konten kreatif edukatif.

Dengan konsep yang inklusif dan interaktif, Feslitmas 2025 membuktikan bahwa literasi bukan hanya urusan baca-tulis saja. Lebih dari itu, literasi adalah jembatan menuju masyarakat yang berpikir terbuka, kreatif, dan melek digital.

Dan di Banyumas, jembatan itu kini semakin kokoh dibangun oleh semangat kolektif yang menyala dari setiap halaman, layar, dan cerita yang hidup dalam Feslitmas.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *