JAKARTA, temenan.bilfest.id-Bagi kamu pencinta seni teater monolog bersiaplah. Sebuah pentas monolog yang tidak biasa bertajuk “Megalomania” siap digelar selama dua hari pada 16-17 Juli 2026 pukul 20:00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Pertunjukan ini menjadi sangat istimewa karena ditulis, disutradarai, sekaligus diperankan langsung oleh aktor kawakan asal Banjarnegara, Budi Ros. Seniman kebanggaan wong Banyumas ini siap membawa penonton masuk ke dalam labirin psikologis yang penuh delusi dan konflik batin.
Menjadi “Presiden” di Balik Kegagalan Nyata
Megalomania menceritakan kisah tragis sekaligus satir tentang Raden Budi Yuwono. Merasa dirinya gagal total dalam menghadapi realitas kehidupan nyata, ia memilih melarikan diri ke dunia angan-angan yang ia bangun sendiri.
Di dalam kepalanya, Raden Budi adalah seorang Presiden. Namun, menjadi “Presiden” dalam pikiran pun ternyata tidak semudah itu. Citra sebagai pemimpin yang bersahaja dan demokratis yang ia bangun justru kerap menjadi bahan tertawaan dan sasaran kritik tajam. Di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan luar biasa dari pihak keluarganya sendiri yang menuntut hal-hal di luar batas nilai kepantasan.
“Kita memang sering sekali hidup dalam… antara kenyataan dan bayang-bayang atau impian. Dan itu sebenarnya sering terjadi di mana saja,” ungkap Budi Ros mengenai esensi dari karyanya ini.
Kolaborasi Kreatif yang Autentik dan Minimalis
Dipimpin oleh Logo Situmorang sebagai Pimpinan Produksi, pementasan ini dirancang dengan sangat detail namun tetap mempertahankan kesederhanaan yang kuat. Adapaun kostum yang realistis dirancang oleh Rima Ananda, kostum dalam pementasan ini dibuat sangat realistis untuk langsung mencerminkan pesan dari naskah aslinya. Kemudian didukung olehSaut Irianto (Perancang Grafis). Ia mengungkapkan bahwa visual karakter Budi Ros sengaja dibuat secara manual lewat teknik drawing untuk menghasilkan kesan yang lebih organik dan autentik, alih-alih menggunakan manipulasi foto digital.
Sebagai manajer panggung adalah Sari Madjid, menjelaskan bahwa meski set panggung terlihat simpel dan statis, fokus utamanya adalah kenyamanan aktor yang harus menguasai panggung sendirian agar penyampaian emosinya maksimal. Dan Dev Dylan selaku penata musik memilih pendekatan sesederhana mungkin dengan alat seadanya demi memperkuat suasana sunyi sekaligus kacau di dalam kepala sang karakter utama.
Konsultan Produksi, Rasapta Candrika, juga menjanjikan bahwa pementasan ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dari pertunjukan monolog konvensional.
Informasi Tiket & Pembelian
Jangan sampai kehabisan kursi untuk menyaksikan pementasan penuh emosi ini! Berikut detail tiket yang bisa kamu dapatkan melalui tiptip.id/p/megalomania. Segera amankan tiketmu dan jadilah saksi pergulatan batin antara kenyataan dan khayalan di panggung GKJ minggu ini!


