Purwokerto, 8 Agustus 2026 — Seratus penari terbaik asal Kabupaten Banyumas menjalani latihan intensif di GOR Purwokerto, Sabtu (8/8/2026), sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum tampil di Istana Negara, Jakarta, pada momen penurunan bendera peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81, 17 Agustus mendatang. Kehadiran tim kesenian Banyumas di ajang nasional ini menjadi kehormatan besar bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Dukungan Penuh Pemkab Banyumas
Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi, M.T., didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Amyati, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa Pemkab Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap persiapan tim kesenian ini.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum menerima surat resmi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Banyumas untuk memastikan kesiapan tim yang akan tampil.
“Ini adalah kehormatan yang besar bagi pemerintah Kabupaten Banyumas. Pak Bupati berpesan, tim kesenian yang ditampilkan di Istana adalah yang terbaik. Sehingga kami memang bekerja keras dengan seluruh elemen,” kata Junaidi.
Untuk mendapatkan penari terbaik, Dinporabudpar bersama sejumlah nama seperti Bagus dan Rianto melakukan audisi terbuka. Menurut Junaidi, animo masyarakat Banyumas terhadap audisi ini sangat tinggi.
“Begitu dibuka pendaftaran calon penari istana, yang mendaftar banyak banget. Karena kuotanya terbatas, kami lakukan audisi untuk mendapatkan peserta yang qualified. Semuanya berasal dari sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Banyumas,” ujarnya.
Junaidi memastikan Dinporabudpar menanggung seluruh kebutuhan logistik tim, mulai dari masa pelatihan di Banyumas hingga keberangkatan dan kepulangan dari Jakarta. Ia menambahkan bahwa seluruh proses latihan sengaja dipusatkan di Kabupaten Banyumas karena penampilan ini tidak berkolaborasi dengan daerah lain.
Jadwal Keberangkatan ke Jakarta
Rangkaian kegiatan tim kesenian Banyumas di Jakarta telah disusun secara rinci:
- 14 Agustus (pagi): Rombongan berangkat menuju Jakarta, dilanjutkan latihan pada sore hari.
- 15 Agustus: Latihan lanjutan di lokasi acara.
- 16 Agustus: Masa sterilisasi, tidak ada kegiatan latihan yang diperbolehkan di area Istana.
- 17 Agustus: Penampilan tim kesenian Banyumas pada saat upacara penurunan bendera dalam rangkaian peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.
“Mudah-mudahan kami beserta tim ini bisa menampilkan kesenian sebaik mungkin, karena ini nanti akan dinikmati dan dilihat oleh seluruh masyarakat bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” pungkas Junaidi.
Seleksi Ketat dari Puluhan Sanggar Seni
Para penari yang akan tampil bukan dipilih sembarangan. Mereka merupakan hasil audisi dari lebih dari 20 sanggar seni yang tersebar di Kabupaten Banyumas, ditambah peserta dari kalangan umum dan pelajar, termasuk kontingen dari SMK Negeri 3.
Bagoes Satria, perwakilan tim Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas yang bertanggung jawab secara administratif, menjelaskan bahwa jumlah penari yang lolos dari tiap sanggar bervariasi tergantung kualitas.
“Kita melihatnya kualitas, jadi kayaknya sih sekitar yang masuk data ke saya ada sekitar 20-an lebih sanggar,” ujar Bagoes.
Total penari inti yang akan diberangkatkan ke Jakarta berjumlah 100 orang. Namun, panitia tetap menyiapkan cadangan sehingga jumlah keseluruhan penari yang dipersiapkan mencapai 120 orang.
Tantangan: Pendataan hingga Keraguan Anak Sekolah
Menurut Bagoes, tantangan terbesar dalam masa persiapan bukan hanya soal teknis tarian, melainkan urusan administratif seperti pendataan peserta dan penyusunan jadwal latihan.
Tantangan lain datang dari sisi psikologis para penari yang mayoritas berusia 15–25 tahun dan masih berstatus pelajar. Meski pihak sekolah telah memberikan izin (dispensasi), sebagian siswa masih merasa ragu untuk meninggalkan kegiatan sekolah karena ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka.
“Walaupun sekolah sudah dispensasi, mereka malah kayaknya agak takut untuk kemudian keluar dari kegiatan sekolahnya. Padahal guru dan semuanya mendukung karena ini berangkat ke Istana Negara,” jelas Bagoes. Kondisi ini, menurutnya, sempat membuat sejumlah sesi latihan molor karena ada peserta yang datang terlambat.
Dengan latihan yang terus dimatangkan di GOR Purwokerto, tim kesenian Banyumas berharap dapat mempersembahkan penampilan terbaik yang membanggakan nama Kabupaten Banyumas di panggung nasional.
Reportase temenan.bilfest.id disusun berdasarkan hasil wawancara dengan Ir. Junaidi, M.T. (Plt Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas) didampingi Amyati, S.Sos., M.A.P. (Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas), serta Bagoes Satria (Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas).
Reportase ini tidak boleh digunakan, dikutip, atau diterbitkan ulang tanpa izin redaksi.



