Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic 2026 Digelar Bersama

Kiri ke kanan: Jarot C.Setyoko, Amyati, Bagus Satria, saat konferensi pers 13/10/2026 di ruang rapat Dinporabudpar Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO. Ada yang berbeda di kalender seni budaya Kabupaten Banyumas tahun ini. Jika pada perhelatan-perhelatan sebelumnya para penikmat seni sempat terbiasa dengan agenda yang berjalan masing-masing, kini dua hajatan besar -Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic Soetedja- resmi melebur menjadi satu kekuatan kolosal bertajuk Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic Soetedja 2026.

Mengusung tema besar “Serayu Mendayu #3”, gelaran akbar yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinporabudpar, serta Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) ini siap dihelat selama lima hari berturut-turut pada 21–25 Oktober 2026 di kompleks Taman Budaya Soetedja, Purwokerto.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Amyati, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa festival ini sepenuhnya milik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas, hasil dari sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas, Bidang Kebudayaan, hingga Dewan Kesenian.

“Festival ini bukan milik sektoral instansi tertentu, melainkan milik Pemkab Banyumas dan seluruh masyarakat. Harapan besar kami, sinergi antara pemerintah dan rekan-rekan media mampu merawat tradisi sekaligus menghidupkan ruang kreasi seluas-luasnya,” ungkap Amyati dalam sesi konferensi pers.

Sinergi dan Kolaborasi Istimewa

Langkah peleburan dua festival ini bukan tanpa alasan. Sekretaris Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB), Jarot C. Setyoko, menjelaskan bahwa penyatuan anggaran dan domain kegiatan dilakukan agar masyarakat memiliki waktu yang lebih intens untuk mengapresiasi dan menikmati rangkaian acara tanpa harus terpecah oleh jadwal yang tumpang tindih.

“Tahun ini kita lebur menjadi satu agar gaungnya semakin kuat. Ini adalah festival besar ketiga kalinya dengan skala nasional, di mana kita ingin mengembalikan gelora berkesenian dan bersastra di Banyumas Raya agar semakin semarak,” ujar Jarot C. Setyoko.

Sementara itu, Penanggung Jawab Festival sekaligus akademisi Universitas Amikom Purwokerto, Bagus Satria, memaparkan bahwa tata letak (layout) dan konsep acara tahun ini dirancang sedemikian rupa agar atmosfer festival benar-benar terasa sejak pengunjung menginjakkan kaki di gerbang utama Taman Budaya Soetedja.

“Kami mendesain alur pengunjung dan panggung sedinamis mungkin. Mulai dari panggung indoor dan outdoor yang aktif berbarengan, pameran seni rupa, kompetisi musik, hingga area interaktif dolanan jaman kuna, semuanya disiapkan untuk merangkul semua kalangan, dari generasi muda hingga sesepuh seni,” jelas Bagus Satria.

Empat Komponen Utama dan Jadwal Acara

Festival tahun ini menawarkan empat pilar utama kegiatan yang siap memanjakan mata dan telinga para pengunjung. Pertama adalah pertunjukan panggung indoor dan outdoor yang menampilkan teater, seni kontemporer, tari tradisional, musik etnik, hingga pantomim dari berbagai seniman unggulan.

Kedua, adalah kompetisi musik. Ajang lomba band pelajar dan mahasiswa se-Banyumas dengan total hadiah puluhan juta rupiah, yang mewajibkan peserta membawakan lagu wajib “Di Tepinya Sungai Serayu” serta lagu bebas (non-underground, punk, dan metal). Ketiga adalah pameran budaya. Menampilkan pameran lukisan sokarajaan, sastra, serta pameran Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Keempat adalah  karya dan interaksi. Ruang apresiasi hasil lokakarya, workshop, dolanan jaman kuna, serta bazar UMKM lokal.

Rangkaian Agenda Harian di Taman Budaya Soetedja

Malam pembukaan 21 Oktober 2026 akan dibuka secara megah oleh pementasan Teater Samudra bertajuk “Kembang Mangsan Peralihan” oleh DKKB di Gedung Kesenian. Kemudian 22 Oktober 2026, digelar lomba band pelajar/mahasiswa se-Banyumas dari pagi hingga sore, ditutup dengan pementasan lokakarya musik etnik kolaborasi modern-tradisi di malam hari.

Selanjutnya 23–24 Oktober 2026, pementasan drama musikal “Lutung Kasarung” oleh Purwokerto Theater Movement, workshop pantomim, hingga Pesta Sinema Festival Film Banyumas 2026 yang menghadirkan sharing session industri film nasional. Dan penutup 25 Oktober 2026 sarasehan dan pementasan puisi yang turut menghadirkan sastrawan terkemuka Sosiawan Leak bersama Nandika Putra, screening film pendek, serta malam penutupan (closing ceremony) yang dimeriahkan oleh Fragmen Ebeg Sanggar Beruk Budaya.

Bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya, siapkan diri Anda untuk merasakan pengalaman festival seni yang meriah, hangat, dan penuh kejutan kultural bersama kehadiran para tokoh sastra nasional seperti Sosiawan Leak. Mari bersama-sama merawat tradisi dan menghidupkan kreasi di Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic Soetedja 2026.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tim Redaksi

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu ujian kesabaran pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *