
Jakarta, — Perayaan 100 tahun kelahiran sastrawan besar Indonesia, Sitor Situmorang, akan ditutup dengan sebuah acara istimewa: peluncuran buku “Gajah, Harimau dan Ikan”. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan yang berlangsung sejak 2 Oktober hingga 10 November 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sastra dan pemikiran Sitor Situmorang yang abadi.
Peluncuran buku ini akan digelar pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 18.00–21.00 WIB, bertempat di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia No.47, Menteng, Jakarta. Acara akan menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh penting di bidang seni dan sastra, di antaranya Murti Bunanta, seorang ahli cerita anak yang telah lama berkiprah dalam dunia literasi anak Indonesia, dan Bambang Bujono, pengamat sekaligus penulis seni yang dikenal luas dengan karya-karyanya dalam bidang seni rupa.
Kehadiran dua narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif mendalam mengenai nilai sastra dan visual dalam buku Gajah, Harimau dan Ikan, yang memadukan kekuatan narasi Sitor Situmorang dengan ilustrasi memukau karya Salim Martowiredjo. Buku ini tidak hanya menjadi persembahan sastra, tetapi juga karya seni visual yang menggugah imajinasi pembacanya melalui perpaduan kata dan gambar yang harmonis.
Acara peluncuran ini akan dipandu oleh Shahnaz Haque, seorang pembawa acara dan figur publik yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap dunia seni dan literasi. Dengan kehadirannya, diharapkan suasana peluncuran buku menjadi lebih hidup, inspiratif, dan penuh makna bagi para pencinta sastra Indonesia.
Karya Gajah, Harimau dan Ikan sendiri menggambarkan keindahan serta kekayaan alam dan budaya Nusantara, terutama dari Sumatera — daerah asal Sitor Situmorang. Melalui simbol-simbol binatang seperti gajah, harimau, dan ikan, Sitor mengangkat nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, serta relasi manusia dengan alam dan spiritualitasnya.

Perayaan 100 Tahun Sitor Situmorang merupakan momentum penting untuk mengenang kontribusi besar beliau dalam dunia sastra Indonesia. Dikenal sebagai penyair, esais, dan penulis cerita pendek, Sitor telah menorehkan karya-karya monumental yang menjadi bagian penting dari sejarah sastra Indonesia modern.
Selain peluncuran buku, acara ini juga diharapkan menjadi ruang refleksi dan dialog tentang relevansi karya-karya Sitor di masa kini. Warisan pemikirannya yang kuat, puitis, dan humanis terus memberi inspirasi bagi generasi muda penulis dan pembaca sastra Indonesia.
Bagi masyarakat umum dan pecinta sastra yang ingin hadir, panitia menyediakan kontak informasi untuk reservasi dan informasi lebih lanjut. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ajang silaturahmi para penggiat seni, penulis, akademisi, serta pencinta karya Sitor Situmorang.
Peluncuran buku Gajah, Harimau dan Ikan bukan sekadar penutup perayaan, tetapi juga pernyataan bahwa karya Sitor Situmorang akan terus hidup di hati pembaca. Melalui buku ini, nilai-nilai kemanusiaan, keindahan bahasa, serta kekuatan imajinasi yang selalu melekat pada setiap goresan kata Sitor akan tetap abadi dan relevan lintas generasi.
Dengan kolaborasi antara sastrawan, ilustrator, dan tokoh seni, acara ini menjadi bukti nyata bahwa sastra Indonesia terus berkembang dengan semangat kebersamaan, cinta budaya, dan penghargaan terhadap karya besar anak bangsa.




