
Purwokerto 2025 —Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Galeri Inovasi dan Kreativitas (GIK) kembali menghadirkan diskusi seni bertajuk “Dopokan Seni Ngapak”, sebuah forum yang mengupas peran dan kontribusi seniman Banyumas dalam perjalanan seni rupa Indonesia. Kegiatan tersebut rencanaya di gelar pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 09.30–11.30 WIB di Galeri Bulaksumur Lt.2, GIK UGM. Acara tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi komunitas seni dan akademisi untuk meninjau kembali nilai budaya “Ngapak” dalam konteks seni nasional.
Seni Ngapak: Identitas Lokal yang Mewarnai Kanvas Nasional
Dengan mengusung tema “Ngapak dalam Kanvas Nusantara (Melihat Kontribusi Seniman Banyumas dalam Peta Seni Rupa Indonesia)”, kegiatan ini mencoba menegaskan bahwa bahasa dan budaya lokal Banyumas bukan hanya dialek yang unik, tetapi juga memiliki daya estetika dan filosofi tersendiri yang menginspirasi ekspresi seni rupa.
Melalui forum ini, panitia berupaya menyoroti bagaimana karakter egaliter, jenaka, dan apa adanya dari masyarakat Banyumas tercermin dalam karya visual seniman daerah tersebut. Nilai-nilai lokal seperti ngapak, blakasuta, dan gotong royong dianggap mampu memperkaya narasi seni rupa Indonesia yang majemuk.
Empat Tokoh Seni Rupa Nasional Hadir sebagai Narasumber
Dopokan Seni Ngapak menghadirkan empat tokoh besar yang telah memberi warna penting dalam perjalanan seni rupa Indonesia antara lain Prof. M. Baiquni, akademisi dan pengamat budaya yang dikenal luas dalam pengembangan studi seni dan kreativitas Nusantara. Nasirun, seniman asal Banyumas yang karyanya menembus berbagai pameran internasional dan dikenal dengan gaya ekspresif serta simbolisme spiritual Jawa. Ugo Untoro, seniman kontemporer yang memadukan elemen performatif dan naratif dalam lukisan-lukisannya. Entang Wiharso, seniman visual kelas dunia yang dikenal melalui karya instalasi dan lukisan yang mengeksplorasi identitas, migrasi, dan pengalaman personal.
Diskusi ini akan dimoderatori oleh Kus Indarto, kurator dan penulis seni rupa terkemuka di Indonesia yang telah banyak mengulas perjalanan seni visual kontemporer tanah air.
Tujuan dan Harapan Acara
Melalui “Dopokan Seni Ngapak”, GIK UGM ingin membuka ruang pertemuan antara seniman, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk membicarakan seni dari perspektif lokal yang autentik. Banyumas, sebagai salah satu daerah dengan akar budaya kuat di Jawa Tengah, diyakini memiliki potensi besar untuk memperkaya khazanah seni rupa nasional.
Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya mendokumentasikan dan mengarsipkan kontribusi seniman-seniman daerah agar tidak hilang dalam narasi besar sejarah seni Indonesia.
Selain diskusi, peserta juga dapat berinteraksi langsung dengan narasumber, bertukar pandangan, dan memperluas jejaring kreatif. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang tertarik dengan dunia seni dan kebudayaan.
Melalui “Dopokan Seni Ngapak”, UGM bersama para seniman besar Indonesia menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium untuk meneguhkan identitas daerah sekaligus memperluas jangkauan kebudayaan nasional. Banyumas, dengan karakter “ngapak”-nya yang khas, kini menempati posisi penting dalam peta seni rupa Indonesia — bukan sekadar daerah penonton, melainkan sumber inspirasi yang terus tumbuh dan berkontribusi.
Acara seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga gerakan nyata untuk menjaga keberagaman ekspresi seni di Nusantara.


