BANYUMAS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas tengah menyiapkan solusi nyata untuk mengatasi sulitnya akses transportasi bagi para pelajar di wilayah pinggiran. Minimnya jumlah angkutan umum yang beroperasi di jalur Ajibarang hingga Pekuncen mendorong pemerintah daerah untuk segera meluncurkan layanan bus sekolah gratis di rute tersebut.
Kepala Dishub Banyumas mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat fenomena banyaknya pelajar yang kesulitan mendapatkan tumpangan menuju sekolah. Sebagai langkah cepat, Pemkab Banyumas berencana melakukan alih fungsi terhadap dua hingga tiga unit bus wisata milik pemerintah untuk dijadikan armada bus sekolah tambahan.
“Fokus utama kami adalah jalur Pekuncen, Jatilawang, hingga Ajibarang (Kracak). Wilayah-wilayah ini memang terpantau sangat minim armada angkutan publik, sehingga kehadiran bus sekolah menjadi kebutuhan mendesak,” jelas perwakilan Dishub.
Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, layanan bus sekolah telah lebih dulu sukses beroperasi di wilayah Banyumas, Somagede, hingga Patikraja. Tingginya antusiasme warga dan efektifitas layanan di wilayah tersebut menjadi modal kuat bagi Dishub untuk mereplikasi program serupa di wilayah barat Banyumas.
Meski demikian, pengoperasian bus sekolah di jalur Ajibarang-Pekuncen tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Saat ini, tim teknis masih melakukan kajian mendalam terkait kelaikan jalan dan aspek keamanan rute guna menjamin keselamatan para siswa. Diharapkan dengan hadirnya layanan ini, beban biaya transportasi orang tua dapat berkurang dan risiko kecelakaan pelajar yang membawa motor pribadi dapat ditekan.
***
Berita ini ditayangkan dalam rangka mendukung publik mendapatkan fasilitas lebih baik.




