Gong menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur festival literasi, mulai dari buku dan perpustakaan hingga seni, budaya, serta kreativitas masyarakat Banyumas.
PURWOKERTO – Festival Literasi Banyumas 2026 resmi dibuka pada Senin (14/9/2026) di komplek Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas.
Festival Literasi Banyumas 2026 mengusung tema “Literasi untuk Negeri, Mengisi Kemerdekaan dengan Cinta Buku dan Perpustakaan”. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan buku, perpustakaan, seni, serta berbagai aktivitas yang mendukung tumbuhnya budaya literasi.
Pembukaan yang diawali dengan registrasi peserta tamu undangan ini, kemudian dilanjutkan dengan penampilan karawitan Banyumasan Bendrong Kulon & Eling-eling dari SDN 2 Karangkemi Pekuncen. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Lengger Kelana dari Sanggar Tari Graha Mustika. Mereka adalah penari yang pernah di tampilkan di Istana Merdeka saat 17 Agustus bulan lalu.
Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan laporan penyelenggaraan Festival Literasi Banyumas 2026 oleh Kepala Dinas Arpusda, sambutan oleh Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, serta pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya festival.
Momen pemukulan gong menjadi salah satu bagian penting dalam pembukaan Festival Literasi Banyumas tahun 2026 ini. Gong menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur festival literasi, mulai dari buku dan perpustakaan hingga seni, budaya, serta kreativitas masyarakat Banyumas.
Agus Anggraito selaku kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan spesifik tema dan tempat dari acara sebelumnya namun tetap tidak menghilangkan esensi utama dari acara Feslitmas itu sendiri.
Rangkaian Festival Literasi Banyumas 2026 tidak berhenti pada seremoni pembukaan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, antara lain Launching Program 1000 Tugu Baca Digital, pembagian kejuaraan dan penghargaan pegiat literasi, penampilan grup musik Ferry Curtis & Friend’s, pemutaran film, bedah buku, penampilan Tari Saman, hingga pameran stan.
Pada kesempatan ini Ferry Curtis mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini merupakan pertama kalinya ia menyapa masyarakat Banyumas langsung. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam festival yang memadukan kegiatan literasi dengan seni dan musik.
Sementara itu salah seorang pengunjung bernama Yuni juga mengaku antusias dan mengungkapkan bahwa menurutnya festival literasi tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal buku dan perpustakaan tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati seni dan budaya.Masyarakat juga dapat mengunjungi berbagai stan pameran yang tersedia hingga sore hari.
Festival Literasi Banyumas 2026 yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 September 2026, dan terbuka gratis bagi masyarakat umum. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pegiat literasi, penulis, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.
Melalui Festival Literasi Banyumas 2026, literasi tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga dipertemukan dengan seni dan kekayaan budaya lokal. Dwi Asih Lintarti berharap dengan adanya Feslitmas tahun ini dapat semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap buku, perpustakaan, literasi, dan kebudayaan.
Pemerintah juga mendukung ekosistem literasi yang baik, harapannya akan lahir semakin banyak anak Banyumas untuk berkarya, berkontribusi bagi bangsa dan negara. Rajin membaca dan tidak sungkan membaca adalah pesan sang wakil bupati untuk masyarakatnya. (AM)
Ini adalah reportase yang tim jurnalis bilfest.id kerjakan melalui riset dan wawancara langsung kepada narasumber di lapangan. Isi yang dipublikasikan sudah melalui persetujuan narasumber dan penyeleggara Festival Literasi Banyumas 2026.Tidak diperkenankan melakukan parafrase, pengambilan sebagian atau seluruhnya pada reportase ini. Mari kita jadikan kerja reportase untuk mendukung ekosistem event seni budaya di Banyumas.




