
Yuliana Mar sudah seperti orang Indonesia, karena ia lancar berbicara dengan Bahasa Indonesia. Sangat ramah dengan siapapun yang menyapanya. Pada hari Sabtu malam, 23 Agustus 2025, ia menjadi salah satu penampil di panggung Bisik Serayu Festival 2025.
Penari asal negara dengan julukan El Tri itu hadir membawa tarian klasik Odissi – salah satu dari delapan gaya tari klasik India yang sarat makna spiritual. Lewat gerakannya yang anggun dan teknik khasnya, Odissi menjadi penghormatan terhadap tradisi, dewa, dan keindahan budaya India.
Selain penari, Yuliana Mar adalah peneliti yang mengekplorasi pertemuan antara tubuh, ekologi, dan budaya. Perjalanannya membawanya dari latihan tari Butoh hingga mendalami Odissi di bawah bimbingan maestro, lalu menuntut ilmu di Indonesia.
Penelitiannya dalam dunia seni tari adalah tentang Body Experiences atau BE. Menurut Yuliana Mar pengalaman tubuh dalam situasi sehari-hari dan ekstra-sehari-hari, yaitu pengalaman yang muncul dari kehidupan kita sehari-hari.
Salah satu tujuan utamanya adalah menyelidiki pengalaman persepsi kita dari berbagai perspektif, ilmu pengetahuan, atau disiplin ilmu. Kita mulai dari pengakuan bahwa kita adalah tubuh dan tubuh kita adalah media pengalaman kita di dunia, sehingga kita bertanya pada diri sendiri, dalam keadaan apa kita menyadari apa yang dialami tubuh kita? Karena pengalaman-pengalaman ini membutuhkan perhatian tertentu, praktik somatik atau aktivitas lain yang melibatkan gerakan tubuh umumnya dapat mendekatkan kita pada kesadaran ini, seiring kita mengalami sensasi, kapasitas, dan kemungkinan tubuh yang baru.
Ia sangat senang dan cinta dengan budaya Indonesia, sehingga ketika diajak kolaborasi di BSF 2025, Ia menyambutnya dengan senang hati dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Ia berharap penonton mendapatkan pengalaman tontonan tari yang Ia tampilkan pada malam pertama BSF. Karena tarian yang ia bawa adalah tarian dari India yang tidak pernah ditampilkan di televisi. Dengan berkostum lengkap penari Oddisi, ia membawa penonton BSF 2025 larut dalam imajinasi baru bahwa tarian India bukan hanya joget gembira seperti Bollywod. Tetapi ada tarian yang sangat syarat akan laku spiritual.

