Purwokerto. Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, sekelompok bocah tongkrongan menunjukkan bahwa kebersamaan dapat melahirkan kebaikan yang sederhana namun bermakna. Berawal dari kebiasaan berkumpul di waktu senggang, mereka kini memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi kepada sesama dengan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan ini telah rutin dilaksanakan, dan tahun ini adalah yang keempat. Berikut adalah rangkuman perjalanannya dari tahun ke tahun.
Diawali Sejak 15 April 2023
Bagi-bagi pertama dilaksanakan di sepanjang jalan Dr. Angka Bancakembar menuju Grendeng, Purwokerto dengan sasaran pengendara motor.

Kegiatan ini menjadi momen pertama bagi para bocah tongkrongan tersebut untuk memulai kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Meski dilakukan secara sederhana, suasana yang tercipta terasa begitu seru dan penuh semangat. Sejak sore hari mereka sudah berkumpul untuk menyiapkan makanan dan minuman yang akan dibagikan. Tawa dan candaan terdengar di sela-sela proses menyiapkan takjil, membuat kegiatan tersebut terasa lebih menyenangkan.
Tentunya ada kekurangan yang dirasa ketika melakukannya pertama kali tanpa pengalaman. Hal yang menjadi evaluasi adalah antusiasme masyarakat, namun kurangnya kesiapan penyelenggara. Atas hal itulah menjadi evaluasi besar di tahun-tahun berikutnya.
Berlanjut 3 April 2024
Kegiatan tahun berikutnya dilakukan di jalan raya dari arah Baturaden menuju Purwokerto. Kemudian berkunjung ke Panti Asuhan Harapan Mulia Jl. Kartaja I No. 20, Kelurahan Mersi RT 03/03, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kegiatan tahun 2024, justru mendapat pelajaran berharga. Mereka terlambat dalam menyajikan takjil yang risikonya banyak takjil yang masih tersedia setelah waktu berbuka. Situasi tersebut membuat mereka sedikit kecewa, tapi tidak mematahkan semangat. Mereka pun langsung bergegas ke salah satu panti untuk bersedekah selagi masih waktu berbuk. Kejadian ini yang memicu awalnya ide untuk pelasanaan di panti asuhan untuk tahun berikutnya.
Tentunya ada hikmah yang didapat setiap tahunnya. Anggota yang ikut berpartisipasi pun semakin ramai, pengalaman baru dan kawan baru.
Pengalaman 22 Maret 2025
Kegiatan awal dilaksanakan di Asrama Yatim dan Dhuafa, Jl Jendral Sudirman Gg. H. Asyifa Sokaraja. Serah terima bantuan dilanjutkan memberikan takjil kepada pengendara di jalan raya sepanjang jalan Jl. S. Parman No. 69, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pada tahun berikutnya evaluasi yang didapat tidak mendapat panti tersedia untuk pelaksanaan yang pada akhirnya mereka pun hanya serah terima kepada pengurus panti berupa kebutuhan primer dan sekunder seperti pakaian dan buku yang masih layak pakai.
Menebar Bahagia di Ramadan tahun 2026
Kegiatan kali ini dilaksanakan di Panti Asuhan Baitii Jannatii beralamat di Penatusan, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu 15 Maret 2026. Suasana hangat terasa saat mereka saling bekerja sama menyiapkan makanan dan minuman yang akan dibagikan. Bukan hanya takjil, kegiatan di panti diisi dengan sharing ilmu anti bullying.

Lokasi kedua dilaksanakan di sepanjang jalan Purwokerto. Mereka berbagi takjil kepada pengendara yang lewat. Dengan penuh semangat, mereka berdiri di pinggir jalan sambil menyapa para pengendara dan pejalan kaki dengan senyum ramah.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi cara untuk mempererat solidaritas dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Momen berbagi tersebut pun menghadirkan kebahagiaan tersendiri, baik bagi mereka yang memberi maupun yang menerima.
Melalui kegiatan sederhana ini, bocah-bocah tongkrongan tersebut menunjukkan bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal kecil. Dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk berbagi, mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan setiap Ramadan dan menginspirasi lebih banyak orang untuk menebar kebaikan di lingkungan sekitar.
Salah satu dari mereka, Habibi Syauqi memberikan harapannya, “kegiatan yang mereka lakukan saat ini walaupun hanya sebagian kecil dari apa yang orang lain di luar sana dapat memberikan pengaruh positif kepada mereka pribadi dan setiap pihak yang terlibat dengan kegiatan kali ini.”
Selain kegiatan berbagi takjil, para bocah tongkrongan tersebut juga mengisi waktu kebersamaan mereka dengan kegiatan yang lebih reflektif, yakni mengadakan sesi berbagi cerita atau sharing session. Dalam kesempatan itu, mereka membahas berbagai pengalaman yang pernah dialami dalam kehidupan sehari-hari, termasuk topik mengenai perundungan atau bullying yang sering terjadi di lingkungan pergaulan remaja.
Sesi berbagi ini berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna. Mereka duduk melingkar sambil saling mendengarkan cerita satu sama lain. Beberapa di antara mereka menceritakan pengalaman pernah melihat atau bahkan mengalami tindakan perundungan di sekolah maupun di lingkungan pergaulan. Melalui percakapan tersebut, mereka belajar memahami bahwa tindakan bullying dapat meninggalkan dampak yang cukup besar bagi seseorang.
Dalam diskusi tersebut, mereka saling mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan menghargai teman. Candaan yang dianggap biasa oleh sebagian orang terkadang dapat melukai perasaan orang lain. Karena itu, mereka sepakat untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang lebih positif, saling mendukung, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.
Kegiatan sharing session ini juga menjadi ruang bagi mereka untuk saling memberi semangat. Beberapa di antara mereka menyampaikan bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, sehingga penting untuk saling memahami dan tidak mudah menghakimi. Melalui percakapan yang terbuka tersebut, mereka berharap dapat membangun rasa empati dan kepedulian di antara sesama teman.

Momen tersebut semakin memperlihatkan bahwa kebersamaan yang mereka bangun tidak hanya sebatas kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat, tetapi juga berbagi pengalaman dan pelajaran hidup. Dengan adanya sesi diskusi tersebut, mereka berupaya menjadikan tongkrongan sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi semua anggotanya.
Melalui kegiatan berbagi takjil dan sesi diskusi tentang anti bullying ini, para bocah tongkrongan tersebut menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai positif. Tidak hanya menebar kebaikan kepada masyarakat, mereka juga berusaha memperbaiki diri dan lingkungan pertemanan agar menjadi lebih baik.
Kontributor: I Gede Bagus Winaka Palguna




