Melestarikan Tradisi Lewat Inovasi: Komunitas Sastra Jejak Imaji Gelar “LARAS”, Paduan Apik Musikalisasi Puisi dan Wayang Kulit

BANTUL, temenan.bilfest.id – Di tengah tantangan zaman yang mengancam eksistensi kebudayaan tradisional, Komunitas Sastra Jejak Imaji mengambil langkah berani untuk mendekatkan kembali wayang kepada generasi muda. Sebuah pertunjukan inovatif bertajuk “LARAS: Pertunjukan & Workshop Musikalisasi Puisi Wayang” siap digelar selama dua hari berturut-turut pada Sabtu dan Minggu, 11–12 Juli 2026.

Sejak berdiri pada tahun 2014, Komunitas Sastra Jejak Imaji yang bergerak di bidang literasi telah konsisten menggeluti musikalisasi puisi sebagai bentuk apresiasi sastra. Hingga saat ini, kurang lebih 50 karya musikalisasi puisi telah dihasilkan, dengan karya perdana berjudul “Surat Buat Emak” karya Kedung Dharma Romansa.

Konsistensi dalam berproses inilah yang memicu kesadaran para anggotanya untuk melebarkan sayap eksplorasi. Didasarkan pada semangat melestarikan wayang agar jauh dari kesan kuno, Jejak Imaji membayangkan sebuah pertunjukan yang berbeda: memadukan alunan nada dari lirik puisi nan indah, selaras dengan gerakan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang di balik kelir.

Nama “LARAS” dipilih karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti (1) tinggi rendah nada (suara, bunyi musik, dan sebagainya); tala, serta (2) kesesuaian; kesamaan. Istilah ini dinilai sangat mewakili penyatuan tiga unsur utama dalam acara ini: Musik (berbagai alat musik yang dimainkan), Sastra (puisi-puisi bertema wayang yang dilagukan), dan Wayang (pertunjukan wayang kulit). Ketiganya saling menyatu dan melengkapi, memadukan visual dan musik untuk mengiringi teks sastra yang telah bertransformasi menjadi suara.

Selama dua hari, Jejak Imaji mengajak masyarakat untuk menyelami musikalisasi puisi dari dua sisi sekaligus, yaitu menyaksikan proses kreatifnya di atas panggung serta memahami bagaimana karya tersebut diciptakan, dianalisis, hingga dipublikasikan. Rangkaian agenda akan dibuka dengan Pertunjukan Musikalisasi Puisi Wayang “LARAS” pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi lintas seni yang menghadirkan Elisha Orcarus Allaso, Gilang Arya Duta, dan Juanita Janis, yang akan bahu-membahu bersama para musisi Jejak Imaji untuk menghidupkan puisi-puisi bertema wayang dalam satu kesatuan pertunjukan yang utuh.

Memasuki hari kedua, rangkaian acara dilanjutkan dengan Workshop “Cipta, Analisa, dan Publikasi Musikalisasi Puisi Wayang” pada Minggu, 12 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Pada sesi ini, peserta dapat belajar langsung bersama para narasumber ahli, yaitu S. Arimba, Bangun Pratomo, dan Sule Subaweh, dengan dimoderatori oleh Dhimas Bima Sofyanto. Workshop ini akan mengupas tuntas seluruh proses kreatif musikalisasi puisi, mulai dari tahap pembacaan dan interpretasi puisi, penciptaan komposisi musik, hingga strategi publikasi karya ke masyarakat luas.

Seluruh rangkaian acara menarik ini akan dilaksanakan dan dipusatkan di Sekretariat Jejak Imaji yang beralamatkan di Kepuh Kulon RT 04, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.

Sebagai informasi, agenda ini terbuka untuk umum. Komunitas Sastra Jejak Imaji mengundang siapapun untuk hadir, menyaksikan pertunjukan, berdiskusi, dan bersama-sama merayakan pertemuan hangat antara sastra, musik, dan seni wayang dalam balutan LARAS.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *