Tradisi Kebudayaan Malam 1 Sura di Gunung Slamet

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 5 pulau besar diantaranya pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Indonesia memiliki banyak suku, agama, ras dan budaya. Oleh karena itu, perbedaan ini yang membuat Indonesia memiliki keragaman tradisi dan kebudayaan. Setiap tradisi dan kebudayaan yang ada di setiap daerah memiliki makna untuk kehidupan masyarakat. Keberadaan alam dan lingkungan, sebagai bagian penting di dalam kehidupan manusia.

Gunung Slamet adalah gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah, dengan ketinggian sekitar 3.428-3.432 mdpl. Gunung ini terletak di perbatasan 5 kabupaten di Jawa Tengah yaitu Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Pemalang. Gunung ini diberi nama Slamet yang memiliki arti keselamatan, sebagai harapan dan doa baik masyarakat kepada alam sekitar. Oleh karena itu, masyarakat menjaga keseimbangan alam dan kelestarian gunung dengan mengadakan tradisi kebudayaan dan ritual, salah satunya berupa selamatan malam 1 Sura.

Selamatan Malam 1 Sura atau Malam 1 Muharam adalah tradisi yang dilakukan oleh semua masyarakat Dusun Bambangan yang peduli terhadap kebudayaan, yang dilaksanakan di tempat pondok pemuda di Dusun Bambangan. Tradisi ini dapat dilaksanakan di antara tanggal 1 sampai 10 di bulan Sura. Namun, acara tradisi kebudayaan biasanya dilaksanakan pada malam 1 Sura, karena memiliki keutamaan dan lebih baik. Tradisi ini dilakukan dengan banyak orang berkumpul bersama.

Di dalam tradisi kebudayaan malam 1 Sura, hal-hal yang diperlukan sebagai data kebudayaan dalam bentuk makanan diantaranya nasi kuning, tumpeng nasi putih, telur bebek, telur ayam kampung, ayam kampung ingkung yaitu ayam kampung utuh yang direbus, 7 macam sayur yang merupakan hasil alam dan bebas, biasanya yaitu sawi hijau atau caisim, kubis, buncis, daun pepaya, daun singkong, daun kelor, dan kacang panjang. Lalu, dalam bentuk minuman yang diperlukan antara lain kopi pahit, teh pahit, air bening mentah, dan air bening matang. Minuman tersebut memiliki makna perempuan dan laki-laki, serta siang dan malam.

Secara adat kebudayaan terdapat kesenian yang mengiringi yaitu kuda kepang dan lengger. Selain itu, terdapat selamatan tambahan di rumah masing-masing yang dilakukan oleh beberapa orang di Dusun Bambangan pada 3 hari di bulan Sura yaitu hari Kamis Kliwon, Selasa Kliwon, dan Jumat Kliwon. Gunung Slamet ini dianggap sebagai gunung keramat oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tradisi kebudayaan ini memiliki peran dan makna spiritual antara manusia dengan alam, serta hubungan manusia dengan Pencipta.

Selamatan Malam 1 Sura dilakukan oleh masyarakat Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, yang terletak di lereng Gunung Slamet. Tradisi kebudayaan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas hasil bumi yang melimpah, serta permohonan, meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembacaan doa bersama oleh seluruh masyarakat yang hadir,untuk memohon keberkahan di tahun yang akan datang, keselamatan, dijauhkan dari segala bentuk bencana dan musibah, serta ketentraman hati, batin, dan pikiran.

Selanjutnya, kegiatan makan bersama berupa berkah hasil alam yang sudah didapatkan. Tradisi kebudayaan ini memiliki nilai ekologi dan budaya. Ekologi yaitu berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dengan alam dan lingkungannya. Gunung Slamet yang memiliki manfaat dalam menyediakan ekosistem alami dan kebutuhan manusia. Gunung sebagai tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan.

Jika manusia menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan sekitar dengan baik, maka akan mendapatkan hasil yang baik bagi kehidupannya. Perilaku manusia memiliki dampak yang cukup besar terhadap lingkungan. Alam dan lingkungan sebagai tempat kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, tradisi dan budaya ada sebagai pengingat manusia untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan.

Tradisi dan budaya ada sebagai identitas masyarakat di suatu daerah, hubungan manusia dengan nilai-nilai luhur, dan leluhurnya. Budaya sebagai sarana komunikasi dan sarana mengekspresikan segala bentuk pendapat, perasaan, dan pesan untuk menghadapi globalisasi di masa yang akan datang. Tradisi budaya adalah warisan turun temurun yang sudah ada sejak lama sebagai pedoman hidup manusia. Selamatan Malam 1 Sura ini merupakan salah satu bentuk tradisi kebudayaan yang menampilkan hubungan manusia dengan lingkungannya yaitu kehidupan masyarakat Dusun Bambangan dan Gunung Slamet.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Sabila Nur Fitriani

Sabila Nur Fitriani adalah mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman. Ia berasal dari Kalimanah Purbalinggan. Sapa saja di @sabilanrf_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *