Rabu 1 April 2026 menjadi momentum epik dalam perjalanan Inkubasi Penulis BIL Fest 2026. Acara jumpa perdana ini digelar via daring. Diikuti oleh 16 peserta Inkubasi Penulis BIL Fest 2026 yang ternyata sangatlah beragam latar belakangnya. Ada yang dari pekerja freelance, pengajar swasta, pegawai negeri, mahasiswa dan lain-lain. Tak hanya itu, dalam jumpa perdana kali ini juga dipandu oleh Eka Sari Utami dari JBI (Juru Bahasa Isyarat) untuk memandu teman tuli yang ikut dalam program inkubasi. Mereka membawakan proposal karya yang genrenya juga beragam, dari fiksi sampai non-fiksi.
Fikri Kuncen yang berperan sebagai host dalam acara ini, mulai memperkenalkan diri dan segenap aktor yang berada di balik BIL Fest 2026. Kemudian Fikri Kuncen memberikan ruang dan waktu untuk para peserta guna memperkenalkan diri sekaligus sedikit memperkenalkan judul proposal karya yang diajukan dalam Inkubasi Penulis BIL Fest 2026.
Pada sesi pertama, dalam kesempatan kali ini, Rahmi Wijaya sebagai Founder BIL Fest menyampaikan seputar program-program BIL Fest 2026 dengan niatan “selamet” (Selaras, Literat, dan Menguatkan) serta nilai-nilai yang disuarakan oleh BIL Fest. Beliau menyampaikan, “Literasi sangat membosankan bagi anak muda. Oleh karena itu, BIL Fest hadir sekreatif mungkin dan ingin memperkenalkan diri sebagai program literasi yang kreatif.”
Selanjutnya sesi kedua, Nur Fadhilah Rizqi atau Kiki, sebagai Co-Founder BIL Fest menyampaikan tentang pendalaman mengenai program Inkubasi Penulis BIL Fest 2026. Di momen ini lah, acara yang ditunggu-tunggu oleh para peserta. Di sini Kiki menyampaikan mulai dari lini masa pelaksanaan, materi yang akan dipelajari, dan siapa yang akan menjadi mentor dalam program Inkubasi Penulis BIL Fest 2026.
Kemudian pada sesi ketiga, Neo Amroni – sebagai Founder BIL Fest – menyampaikan tentang peraturan peserta program Inkubasi Penulis BIL Fest 2026. Sekalipun ini sifatnya teknis, tapi ini sangatlah penting untuk keberlangsungan para peserta dalam program inkubasi. Mengingat program ini dalam praktiknya, dilaksanakan secara daring dan luring. Pada tanggal 11 dan 18 April 2026 dilakukan secara daring. Sedang pada tanggal 25 April 2026 dilangsungkan secara luring dengan mentor berkelas nasional, yakni Aveus Har dan Surya Wisnu Aji.
Pada jumpa perdana dengan 16 peserta, para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya. Sesi tanya jawab dilangsungkan setelah penyampaian dari Neo Amroni. Salah satu peserta inkubasi, yakni Setyo W. Nugroho bertanya, “Apakah ada fasilitas surat dispensasi dari BIL Fest untuk izin ke instansi tempat kami bekerja atau pimpinan?” Dijawabnya oleh Rahmi Wijaya, bahwa para peserta Inkubasi Penulis BIL Fest 2026 akan difasilitasi surat dispensasi untuk izin kepada pimpinan atau instansi.
Selain itu ada juga Baiti Kinasih – peserta inkubasi penulis – yang bertanya, “Apa maksud dari kerahasiaan materi inkubasi yang tidak boleh disebarluaskan?” Neo Amroni menjawab, bahwa yang dimaksud dengan kerahasiaan materi selama inkubasi adalah tidak boleh menyebarluaskan secara langsung materi atau PPT dari pemateri. Jika hanya spil-spil masih diperkenankan.
Terlihat dari raut muka para peserta – yang lolos bisa mengikuti program inkubasi penulis BIL Fest 2026 – sebuah keceriaan yang belum pernah ada. Ini merupakan pengalaman perdana teman-teman – yang jumlahnya 16 peserta – untuk mengikuti program inkubasi penulis BIL Fest 2026. Acara ini, ditutup dengan berfoto bersama. Meski acaranya berlangsung di dalam jaringan, namun antusias, atensi, serta animonya sampai ke luar jaringan.***




