Langkah 100 Penari Banyumas Menuju Istana Merdeka di Peringatan HUT RI ke-81

PURWOKERTO – Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas menggelar seleksi ketat bagi ratusan penari lokal. Hasilnya, sebanyak 100 penari terbaik resmi terpilih untuk tampil memukau di Istana Merdeka, Jakarta, usai Upacara Penurunan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Koordinator Komite Tari DKKB, Bagoes Satria Setyanugraha, menyampaikan bahwa proses seleksi berlangsung selama dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis, 5–6 Agustus 2026. Menurutnya, penampilan ini menjadi momen istimewa karena Banyumas menjadi satu-satunya wilayah tingkat kabupaten yang mendapat kehormatan langsung untuk tampil di panggung utama Istana Negara.

“Kebetulan Kabupaten Banyumas satu-satunya kabupaten yang diminta untuk pentas saat penurunan bendera. Nah, ini penari-penarinya diseleksi. Yang akan berangkat hasil seleksi adalah 100 penari,” jelas Bagoes saat ditemui di halaman kantor Dinporabudpar Banyumas, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Bagoes menjelaskan secara rinci alur dan proses seleksi penari yang sengaja dibagi berdasarkan wilayah guna menjaring potensi terbaik. Antusiasme para seniman muda Banyumas sangat tinggi, terbukti dari ratusan pendaftar yang antusias mengikuti ajang ini.

“Peserta yang ikut seleksi ada sekitar 200-an penari. Persiapan sendiri akan dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Pada tahap awal ini, DKKB menggelar seleksi selama dua hari. Hari pertama, seleksi dilakukan untuk penari dari wilayah Banyumas Selatan dan sebagian Banyumas Timur, yang menghasilkan 37 orang penari,” ujar Bagoes.

Ia menambahkan bahwa proses penyaringan berlanjut di hari berikutnya untuk merangkul penari dari zona wilayah lain. “Sedangkan pada hari kedua, penari yang diseleksi berasal dari wilayah Purwokerto dan Banyumas Barat,” sambungnya.

Seluruh penari terpilih nantinya akan membawakan tarian khusus yang digarap langsung oleh tim koreografer profesional dari Rianto Dance Studio.

Koreografer kenamaan, Rianto, mengutarakan rasa bangga dan gembiranya atas kesempatan emas ini. Pasalnya, tim kesenian yang diundang ke Istana Merdeka umumnya mewakili tingkat provinsi, sedangkan Banyumas hadir membawa nama kabupaten.

“Tahun ini Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten yang berkesempatan untuk bisa hadir di acara penurunan bendera di Jakarta. Kami akan menyeleksi beberapa penari terbaik,” tutur Rianto.

Terkait konsep pertunjukan, Rianto mengungkapkan bahwa koreografi yang disiapkan akan mengusung tema lokal Banyumas. Tarian ini memadukan dua kesenian daerah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), yakni Lengger dan Ebeg (Kuda Kepang).

Kedua unsur tersebut diramu secara apik untuk diperkenalkan kepada publik nasional melalui penampilan 100 penari, yang mayoritas didominasi oleh generasi muda. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mendorong pemuda agar makin aktif berkarya.

“Jadi ini cara kita untuk menjaga pengembangan, mentransformasikan, dan menjadi contoh bagi generasi muda di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, ketika tim redaksi menghubungi Bagoes Satria Setyanugraha melalui pesan singkat untuk mengonfirmasi mengenai persiapan teknis dan jadwal latihan, Bagoes menjelaskan bahwa para penari akan melakoni latihan intensif di GOR Satria Purwokerto sebelum bertolak ke Jakarta.

Latihan dimulai besok Sabtu, 4 hingga 12 Agustus 2026 setiap jam 9 pagi. Selain itu, pemantapan akhir juga dilaksanakan pada 10 sampai 12 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB di lokasi yang sama sebelum seluruh rombongan resmi diberangkatkan menuju Jakarta.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *