Demonstrasi BEM UI dan FMN Di Bundaran HI, Polisi Tangkap 21 Orang

“Kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? Kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?” kata Ketua BEM UI Yatalathof Imawan kepada media, Senin (17/08).

JAKARTA — Di tengah persiapan demonstrasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB, pihak kepolisian mengamankan 21 orang. Pihak Kepolisian Metro Jaya menduga puluhan orang tersebut hendak memicu bentrokan fisik antara aparat keamanan dan peserta aksi.

Dilansir dari BBC Indonesia, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa 21 orang tersebut saat ini sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pihak BBC Indonesia belum bisa mengklarifikasi klaim kepolisian tersebut.

Budi mengklaim puluhan orang yang ditangkap membawa sejumlah benda berbahaya, seperti petasan, flare, serta botol yang diduga akan digunakan sebagai pemicu atau pemantik bom molotov. Polisi belum merinci identitas orang-orang yang ditangkap, namun menduga keberadaan mereka bertujuan memicu konflik saat penyampaian pendapat di muka umum. Polisi masih terus mendalami motif pembawaan barang-barang berbahaya tersebut.

Pengamanan Ketat dan Rekayasa Lalu Lintas

Menjelang demonstrasi pada Selasa, 18 Agustus 2026, Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 9.242 personel gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan 31 aksi penyampaian pendapat dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Rincian personel pengamanan mencakup 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri. Polisi mengimbau massa aksi untuk tetap memperhatikan aktivitas masyarakat umum (pendidikan, pekerjaan, perekonomian, hingga pelayanan kesehatan), sementara rekayasa dan pengalihan lalu lintas di sekitar Bundaran HI akan dilakukan secara situasional apabila terjadi kemacetan.

Delapan Tuntutan Aksi “Merebut Kemerdekaan”

Dalam aksi bertajuk Merebut Kemerdekaan yang berlokasi di kawasan Bundaran HI ini, FMN dan BEM UI menyuarakan delapan tuntutan terkait isu sosial, ekonomi, dan kebebasan sipil. Perwakilan FMN, Symphati, turut menyoroti tindakan represif aparat di daerah dalam merespons aksi menuntut pembebasan nasional Papua di berbagai kota.

Berikut delapan tuntutan yang disuarakan oleh peserta aksi:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  3. Wujudkan reforma agraria sejati.
  4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Evaluasi total PSN serta hentikan program MBG dan KDMP.
  1. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
  2. Tetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan NTT/Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak.
  3. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Perjalanan Massa Aksi Tertahan Menuju Bundaran HI

Perjalanan massa mahasiswa yang bergerak dari Depok menuju lokasi aksi utama di Bundaran HI, Jakarta Pusat, sempat mengalami hambatan teknis. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namora Diarta, menjelaskan bahwa puluhan bus yang sebelumnya disewa mendadak membatalkan pesanan secara sepihak, sehingga massa terpaksa menggunakan moda transportasi umum.

Hingga pukul 15.20 WIB pada Selasa (18/08), pergerakan puluhan mahasiswa UI dan FMN masih tertahan oleh barikade penyekatan aparat keamanan di jarak sekitar satu kilometer dari Bundaran HI. Meski berulang kali diberi imbauan oleh petugas untuk tidak memaksa maju, massa mahasiswa tetap bergerak sambil menyuarakan orasi dan yel-yel tuntutan di bawah pengawalan ketat aparat keamanan.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *