Kedai JBS menggelar acara bertajuk Doa Bersama untuk Bang Saut. Para sastrawan, pelaku penerbitan, sampai budayawan, berkumpul di Jl. Keloran Dalam No. RT 8 Belakang, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk turut mendoakan kesembuhan Saut Situmorang yang sedang dalam proses pemulihan di Rumah Sakit Sun Yat-Sen University (Shenzen Futian), Guangdong, Cina.
“Mari berdoa bersama agar Bang Saut bisa sembuh dan segera pulang, tidak hanya ke Indonesia, tetapi juga ke Jogja,” kata Hasan Basri memulai doa bersama malam itu, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 19.30 waktu setempat.
Turut hadir pula Aguk Irawan yang juga diminta untuk memimpin doa. Sebab itu doa bersama dilakukan sebanyak dua kali.
“Saya kira saya sudah telat,” ucap Aguk sebelum menyanggupi permintaan tuan rumah, Indrian Koto dan Mutia Sukma, pemilik Kedai JBS.
Selepas berdoa, acara dilanjutkan dengan makan-makan. Terdapat serabi, mendoan, dan bakwan yang telah disajikan. Juga nasi putih dan satu termos ukuran 17 liter berisi tengkleng kambing.
“Ayo makan, Beje masak tengkleng,” ajak Indrian Koto. Tengkleng tersebut dibawa oleh Bernando J. Sujibto dari rumahnya. Juga sejumlah kudapan lain dibawa para hadirin untuk dimakan bersama saat acara.
“Bang Saut sudah masuk dalam proses pemulihan,” ucap Mutia Sukma. Sambil menyantap makanan, para hadirin mendengarkan penjelasan Sukma, sebagai salah satu orang yang turut berhubungan langsung dengan pihak Saut Situmorang melalui perantara Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cina.
Diketahui, pada 6 Juli 2026 Saut SItumorang berangkat ke Guangdong, Cina, untuk menghadiri undangan residensi sastra. Program tersebut direncanakan selesai pada 21 Agustus 2026.
“Awal Agustus,” dikutip dari akun Instagram Dea Anugrah, sahabat Saut Situmorang, “Bang Saut mengeluh sakit batuk dan kelelahan hebat. Tanggal 7 Agustus 2026, dia mengabarkan kalau dirinya dirawat di rumah sakit.”
Panitia residensi mengabarkan bahwa Saut Situmorang dirawat karena gejala pneumonia disertai sakit bawaan berupa hipertensi dan hipoglikemia. Paru-paru kanannya saat itu hanya berfungsi 20% karena infeksi ganda langka virus dan bakteri yang cukup resisten terhadap obat-obatan.
Di Yogyakarta, sejumlah kawan-kawan Saut menggalang donasi. Donasi tersebut disebarkan sejumlah akun Instagram toko buku dan komunitas sastra, seperti Warung Sastra dan Suku Sastra, juga akun-akun pribadi seperti milik Heru Joni Putra, Ahda Imran, Esha Tegar Putra, Dea Anugrah, dan lain-lain.
Donasi dikumpulkan melalui rekening: 800366294 (BNI) atas nama Mutia Sukma. Para donatur diharap menghubungi nomor 0818-0271-7528 dan mengirimkan bukti transfer guna pendataan.
Aksi solidaritas juga dilakukan oleh pihak penerbitan. Penerbit Semut Api, Gambang, dan Jual Buku Sastra, memutuskan untuk membuat paket 12 buku Saut Situmorang. Tiga penerbit tersebut adalah penerbit yang menerbitkan karya-karya Saut mulai dari puisi, esai, cerpen, sampai terjemahan. Seluruh penjualan dari buku tersebut akan disumbangkan untuk biaya pengobatan Saut Situmorang.
Masih banyak pula acara solidaritas untuk Saut Situmorang. Mulai dari Malam Puisi Ciikarang #7 (Cikarang Melamun, Bekasi), Doa dan Puisi: Donasi untuk Saut Situmorang (Wabul Sawi Fest, Banjarbaru, Kalimantan Selatan), Malam Puisi Galang Donasi (anaksamarinda.id, Samarinda), Malam Jemuran Puisi (Kedai Kang Putu, Semarang, Jawa Tengah), Gigs Solidaritas untuk Saut Situmorang (Kios Ojo Keos, Jakarta), dan lain-lain. (Danny)



