KKN UIN Saizu Adakan Edukasi Lingkungan Sekaligus Penyediaan Air Bersih dan Bibit Pohon

KEBUMEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 100 Kolaborasi menggelar sosialisasi edukasi lingkungan serta penanaman pohon di Balai Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat daya resapan air sekaligus mengantisipasi dampak kemarau panjang yang kerap melanda wilayah setempat.

Koordinator Desa KKN 100 Kolaborasi Jatinegara, Novandi Ali Akbar, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut berfokus pada pentingnya vegetasi dalam menjaga fungsi hidrologi tanah. Menurut dia, pemeliharaan pohon di daerah tangkapan air sangat krusial guna mencegah bahaya erosi dan menjaga ketersediaan debit air bersih secara berkelanjutan.

Dalam aksi tersebut, tim mahasiswa juga menyalurkan sebanyak 110 bibit tanaman kepada pihak pemerintah desa dan warga. Penyaluran tersebut mencakup 10 bibit pohon trembesi dan 100 bibit pohon durian yang dibagikan secara proporsional.

Akbar menyebutkan bahwa 10 bibit pohon trembesi secara khusus dialokasikan untuk wilayah RW 5 yang menjadi titik paling terdampak kemarau. “Setiap RT di RW 5 Dusun Kebonagung nantinya mendapatkan masing-masing lima bibit pohon trembesi,” ujar Akbar.

Sementara itu, 100 bibit pohon durian didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah RW 1 hingga RW 5. Sisa bibit tanaman tersebut diserahkan kepada pihak Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jatinegara untuk dikelola lebih lanjut.

Pemerintah Desa (Pemdes) Jatinegara mengapresiasi inisiatif dan kontribusi mahasiswa dalam memperkuat kesadaran konservasi lingkungan warga. Adman, Kepala Desa Jatinegara, menegaskan bahwa tata kelola lingkungan dan pelayanan desa selalu berorientasi pada aspirasi masyarakat.

Ia menerangkan bahwa kolaborasi antara Pemdes dan mahasiswa KKN juga berbicara dalam aspek administrasi hingga terlaksananya program sosialisasi. Tidak hanya itu kolaborasi tersebut juga menghadirkan bantuan air bersih yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Setiap pembangunan dan kegiatan yang kami jalankan selalu berangkat dari suara warga dan kembali untuk kesejahteraan warga,” ujar Adman.

Upaya konservasi lingkungan tersebut turut mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat setempat. Ketua RW 5 Dusun Kebonagung, Lasiman, menyatakan bahwa penanaman vegetasi penutup di sekitar sumber mata air sangat sejalan dengan kebutuhan dasar warga.

“Bantuan bibit trembesi dan durian ini sangat bermanfaat untuk melestarikan sumber-sumber mata air kami,” kata Lasiman. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian para mahasiswa yang telah memfasilitasi pengadaan bibit tanaman di desanya.

Mengenai keberlanjutan program, Lasiman memastikan bahwa pihak lingkungan akan mengorganisasi warga dan pemuda Karang Taruna untuk merawat bibit tersebut. Pengawasan bersama dinilai penting agar tanaman dapat tumbuh optimal tanpa terganggu aktivitas ternak warga.

Adman juga menambahkan bahwa ini merupakan implementasi dari salah satu tagline KKN UIN SAIZU, yakni menghijaukan desa. Ia berharap setelah periode KKN selesai, mahasiswa dapat turut melakukan monitoring bibit pohon yang sudah ditanam di beberapa titik desa Jatinegara.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *