
Wonosobo,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 048 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, berhasil merancang dan membuat sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di desa tersebut. Inovasi yang diberi nama Ayakan Getar Portabel ini secara resmi diserahkan kepada UMKM setempat pada hari Kamis, 21 Agustus 2025.
Alat ini dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses pengayakan bahan baku pangan, seperti tepung, kopi bubuk, atau rempah-rempah. Ayakan getar ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat, seperti saringan plastik, dilengkapi dengan kerangka dari kayu yang kokoh. Keunggulan utamanya adalah adanya motor penggerak kecil yang menghasilkan getaran, yang dioperasikan dengan tombol on/off. Penggunaan alat ini sangat praktis, efisien, dan bisa dipindah-pindahkan (portabel), sesuai dengan kebutuhan UMKM.

Menurut koordinator KKN 048, Muhammad Amarfadil, “kami melihat langsung bagaimana proses pengayakan secara manual cukup memakan waktu dan tenaga. Berangkat dari masalah itu, kami berinisiatif menciptakan alat ini. Tujuannya sederhana, agar para pelaku UMKM di sini bisa lebih produktif, hasilnya lebih halus dan seragam, dan yang pasti bisa menekan biaya operasional.” Ayakan getar portabel ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi UMKM pangan di Desa Winongsari, sejalan dengan program KKN UMP yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal. Penyerahan alat ini disambut baik oleh perwakilan UMKM setempat, yang berharap alat ini dapat membantu bisnis mereka berkembang lebih pesat




