UMKM Literasi di Jambore Tani Muhammadiyah

Menjual Buku, Menanam Kesadaran

Kebumen – Di tengah riuh pameran hasil tani, produk olahan, hingga inovasi UMKM dalam Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), ada satu sudut yang terasa berbeda. Bukan aroma kopi atau deretan produk herbal yang menyapa, melainkan tumpukan buku yang rapi di meja, poster besar dengan kata kunci literasi, dan wajah-wajah pengunjung yang sesekali berhenti membaca sampul buku dengan penuh minat.

Segmen UMKM Literasi ini diisi oleh Alfuwisdom Bookstore sebuah inisiatif ini memperlihatkan bahwa gerakan tani tidak semata-mata bicara soal pangan dan produksi, tetapi juga menyangkut soal gagasan, pengetahuan, dan keberlanjutan kesadaran. Di balik penuh kadar pangan pikiran tinggi, hadir karya-karya salah satu tokoh kreatif-pegiat literasi sekaligus bisnis beliaulah Kafid Sirotudin dengan 5 buku utama seperti Membeli Sembari Berbagi, Gelar Mata Gelap Hati, hingga Andai Muhammadiyah Cuti Melayani, Jangan Berhenti Menjadi Orang Baik, Saleh Personal Kafir Digital, judul-judul yang mengajak pengunjung merenungkan ulang makna memberi, melayani, dan bergerak.

Keunikan Expo JATAM di segmen literasi ini tampak dari cara mereka memadukan visi bisnis dengan misi pendidikan masyarakat. Jika umumnya pelaku UMKM berlomba menonjolkan produk konsumtif, maka di stan ini, buku diperlakukan sebagai produk kultural yang sama pentingnya dengan kebutuhan pangan. “Daya literasi yang tinggi dibutuhkan pelaku UMKM untuk mengembangkan diri,” bunyi slogan yang terpampang di backdrop stan. Kalimat ini seakan menjadi penegas bahwa literasi bukan pelengkap, melainkan modal utama dalam membangun ekonomi.

Tak hanya memajang buku, tim Alfuwisdom dan LP UMKM JATENG sebagai partnership utama, memperkenalkan program Living Literacy—gagasan yang menghubungkan membaca, menulis sebagai kehidupan dalam satu rangkaian kebudayaan. Inovasi ini memikat pengunjung, terutama kalangan muda, yang penasaran bagaimana membaca buku bisa berlanjut menjadi aksi sosial masyarakat.

Kehadiran UMKM literasi di JATAM menjadi penanda penting: bahwa gerakan tani Muhammadiyah tidak berhenti pada lahan dan hasil panen, tetapi merambah ke ranah pengetahuan. Di Kebumen, pada 19–21 September 2025 ini, buku-buku dan gagasan dijajakan sejajar dengan beras, kopi, dan produk lokal lainnya. Dari sini, pesan kuat itu terasa—daulat pangan hanya akan mungkin jika dibarengi dengan daulat pengetahuan.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Alvin Qodri Lazuardy

Alvin Qodri Lazuardy, asli Tegal, sekarang hidup di Jogjakarta semenjak April 2025. Pernah ikut membantu membina pengasuhan dalam bidang Literasi di Pesantren Ahmad Dahlan Kab. Tegal (2020-2023), kemudian juga pernah membina pesantren dan sekolah dengan frame Ekologi Islam dengan gerakan Ekoliterasi di SMP AT-TIN UMP Margasari, Kab. Tegal (2024-2025). Sekarang mendirikan dan mengasuh sebuah Gerakan Literasi bernama Alfuwisdom Publishing and Book Store yang ditopang dengan badan Usaha CV. Alfuwisdom Mitra Prima di Piyungan, Jogjakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *