
Kebumen, Jawa Tengah — Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (singkatnya Jamnas 1 JATAM) resmi digelar di Kebumen sejak 19 sampai 21 September 2025, dengan tema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran”. Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, bersama PWM dan PDM di berbagai level.
Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), dibawah Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah. Peserta Jambore lebih dari 500–1000 petani dari 22 provinsi seluruh Indonesia.
Jamnas 1 JATAM: sebuah jambore nasional petani — kombinasi expo, bazar, forum bisnis pangan, dialog interaktif, peluncuran varietas padi, penanaman simbolis, dan penampilan seni & lomba. Produk unggulan seperti benih padi berprotein tinggi (Inpago Protani), beras premium, & produk lokal UMKM dipamerkan pada 19–21 September 2025. Expo & bazar dimulai sejak Jumat, acara resmi pembukaan tanggal 20 September 2025.
Adapun acara diselenggarakan di Kebumen, Jawa Tengah. Venue utama di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) & Pendopo Kabumian.
Tujuan dari acara tersebut adalah untuk memperkuat kedaulatan & kemandirian pangan nasional, mengenalkan produk-produk pertanian unggulan Muhammadiyah agar petani menjadi subjek, bukan objek. Juga sebagai ajang silaturahmi, transfer ilmu & inovasi pertanian.
Dengan menggelar expo & bazar (≈ 93 stand), forum bisnis, dialog interaktif, tabligh akbar, penanaman padi simbolis, peluncuran varietas baru. Pemerintah daerah & Muhammadiyah sama-sama berkolaborasi, masyarakat lokal diundang untuk ikut meramaikan dan membeli produk petani.
Inovasi Produk & Varietas Unggul
Beberapa stan paling hits di expo adalah stan MPM PWM Jawa Tengah yang memperkenalkan Inpago Protani — benih padi yang diklaim hemat air dan kandungan proteinnya tinggi. Bahkan hasilnya kalau optimal bisa 6–7 ton per hektare, potensi ke atas 10 ton. Ada juga “beras Mentari” yang super pulen.
Partisipasi UMKM & Produk Lokal

UMKM Muhammadiyah dan usaha lokal turut memajang produknya di bazar. Produk pangan & peralatan pertanian, serta hasil olahan lokal, jadi daya tarik tersendiri. BUMM SuryaGanic ikut tampil dengan produk pupuk organik & upayanya memperkuat produksi organik dalam negeri. Tak hanya produk pangan, terdapat produk literasi yang mendukung acara dan pertanian. Di antaranya adalah lapak buku dari Alfuwisdom, milik Alvi Qodry Lazuardy.
Simbolisme & Komitmen Kedaulatan Pangan
Pada pembukaan acara, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menanam padi varietas unggul bernama Mentari sebagai simbol bahwa gerakan tani ini bukan sekadar acara seremonial, tapi ada aksi nyata di lapangan.
Efek ke Masyarakat Lokal Kebumen
Karena acara digelar di Kebumen, banyak warga lokal yang manfaatnya langsung kelihatan: produk lokal bisa terjual, masyarakat bisa belajar inovasi pertanian, ada daya tarik wisata acara bazar & expo, ekonomi lokal sedikit terdongkrak. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh karena sektor pertanian memang mayoritas kehidupan masyarakat di sana.
Tantangan & Harapan ke Depan
Tantangan: distribusi produk unggulan agar bisa merata, akses teknologi & benih bagi petani kecil, harga pasar, dan biaya produksi. Tapi harapannya gede — lewat forum bisnis & transfer ilmu di jambore ini, Muhammadiyah & petani se-Indonesia bisa membangun jaringan lebih kuat supaya pangan bukan cuma “cukup”, tapi juga berkualitas dan mandiri.
Jamnas I JATAM ini bukan cuma sekadar event seru-seruan, tapi langkah strategis buat memperkuat posisi petani di Indonesia, terutama yang tergabung dalam Muhammadiyah. Dengan tema “Daulat Pangan”, semua pihak—petani, pemerintah, UMKM—nggak cuma dituntut hadir secara fisik, tapi juga berkontribusi nyata: inovasi produk, benih unggulan, sistem distribusi, dan edukasi. Kalau berhasil, ini bisa jadi blueprint untuk acara pertanian nasional berikutnya.




