Setelah 8 tahun saya tidak kumpul keluarga besar dari pihak bapak saat momen lebaran, banyak hal yang sudah tumbuh dan bertambah. Dari keponakan yang terakhir ketemu masih disunat, kini sudah kuliah. Dari yang dulu masih remaja SMP, sekarang dah jadi budak korporasi. Sampai ada sepupu yang sudah nambah bocil lagi.
Para keponakan yang beranjak dewasa, sudah mulai bekerja. Ada hal yang menarik ketika saya mulai ngobrol dengan mereka yang usia gen Z. Sebagai Milenal, masih bisalah saya mengikuti obrolan dan bahasa mereka. Asal bukan game online, saya sama sekali nggak paham. Kalau saya ngobrol sama gen Alpha, lebih susah. Karena bagi mereka, saya sudah Om-om yang akan merusak suasana bermain mereka.
Dari obrolan dengan keponakan, saya menemukan beberapa hal menarik. Alih-alih mereka “sembunyi” karena belum ada capaian apapun, mereka tetap ikut kumpul keluarga. Memang, tidak ada tradisi dalam keluarga kami untuk pamer pencapaian. Para keponakan yang sedang berjuang, ketika ditanya kerja apa sekarang, jawabnya adalah, “saya ya lagi nggarap freelance-freelance aja nih”. Jawaban yang bagi saya sangat elegan, andaikan ia ditanya oleh keluarga yang julid.
Seorang yang bekerja freelance, ya sama dengan bekerja pada umumnya. Bedanya ya tanpa seragam, tanpa jam kerja formal dan bisa dikerjakan di manapun. Dan freelance bekerja sesuai kompetensi dan capaian mereka. Bukan bekerja serabutan lho ya. Orang yang bekerja freelance, cenderung sesuai dengan kompetensi dan keilmuan. Tidak hanya mengandalkan otot tapi skill. Kalau ada yang menganggap kerja freelance itu serabutan, itu hanya julid aja sih. Dijelaskan juga susah kalau orang yang bertanya tentang kita bukan untuk cari tahu, tapi untuk membandingkan.
Nah, jawaban lain yang saya temukan saat ngobrol dengan keponakan adalah ia sedang job seeker. Yups, itu bahasa lain dari nganggur. Tapi bedanya, job seeker itu aktif. Nggak pasif nunggu info loker. Tapi keaktifannya bukan menghubungi teman “P”, “info loker bos”. Job seeker aktif mencari peluang, baik di dunia maya maupun dunia nyata, dengan portofolionya. Sama seperti freelance, para job seeker mencari peluang yang sesuai dengan kemampuan dan skillnya dan menyiapkan portofolio dan CV terbaik.
Baik jawaban freelance ataupun job seeker, adalah jawaban yang keren saat kita mempersiapkan diri untuk ikut kumpul keluarga di momen lebaran. Jawaban yang memakai Bahasa Inggris juga bisa kita pilih. Sehingga kita akan terhindar dari pihak-pihak yang julid.
Misalnya yang belum lulus kuliah dan lama nggak lulus-lulus misalnya. Bilang saja masih field research. Pakailah jawaban-jawaban yang keren nan elegan. Tanpa berbohong, tanpa membebani diri. Jawablah dengan bijak bestari nan menentramkan. Buatlah keok lawanmu tanpa menyakiti. Jadilah seperti aspal. Diam tapi bisa menyakiti yang kebanyakan tingkah, tanpa harus menyentuh.
Sebagai duda seperti saya, ya akhirnya jadi bahan obrolan juga. Tentu saya menyiapkan banyak bahan jawaban. Salah satunya adalah, “sedang fokus ibadah sendiri, belum mau berjamaah lagi. Kalau mau pahala berjamaah, ya ke masjid”. Jawaban yang Juicy Luicy Mahalini Rizky Febian, bukan?





