Ikuti Pembekalan Intensif: Mubaligh Muhammadiyah Banyumas Siap Dakwah Mencerahkan

Sokaraja – Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H, Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas menggelar agenda besar bertajuk “Pembekalan Mubaligh dan Imam Masjid Muhammadiyah Tahun 2026”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (30-31 Januari 2026) di Masjid At-Tajdiid UMP Kampus II ini menjadi momentum krusial bagi penguatan syiar Islam yang mencerahkan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang merupakan utusan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Banyumas. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi registrasi, mencerminkan semangat pencerahan dan dakwah menggembirakan di tingkat akar rumput.

Laporan Ketua Majelis Tabligh: Dakwah yang Menggembirakan

Dalam sesi pembukaan, Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, H. Sugeng, S.Ag., M.Pd., menyampaikan laporan kegiatan dengan penuh optimisme. Ia menekankan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari program berkelanjutan yang telah dicanangkan sebelumnya.

“Ini adalah kegiatan kedua yang kami laksanakan. Sekitar tiga bulan yang lalu, kami telah menyelenggarakan agenda serupa di Aula Abu Daldiri PDM Banyumas. Konsistensi ini penting agar kompetensi mubaligh kita terus terasah,” ujar Sugeng dalam sambutannya.

Beliau memaparkan empat tujuan utama dari diselenggarakannya pembekalan ini:

  1. Meningkatkan Kompetensi: Memastikan mubaligh memiliki kemampuan mumpuni dalam menyampaikan pesan-pesan agama.
  2. Dakwah Berkemajuan: Mendorong pola dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, menggerakkan, dan menggembirakan bagi umat.
  3. Persamaan Persepsi: Menyamakan visi dan materi dakwah Ramadhan agar selaras dengan tuntunan Persyarikatan Muhammadiyah.
  4. Konsolidasi Organisasi: Memperkuat jejaring dan konsolidasi antar-mubaligh di tingkat ranting dan cabang.

“Kita ingin dakwah Muhammadiyah di Banyumas menjadi oase yang menyejukkan sekaligus penggerak perubahan sosial yang positif,” tambahnya.

Pesan Wakil Ketua PDM: Siapkan Wadah untuk Ilmu

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PDM Banyumas, H. Amrulloh Sucipto Aji, S.Sos. Dalam orasi pembukaannya, beliau mengutip pesan Rasulullah SAW mengenai kemuliaan menuntut ilmu.

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga. Inilah niat dasar kita berkumpul di sini,” tegas Amrulloh.

Beliau juga memberikan pesan khusus kepada para peserta agar menjaga fokus selama pelatihan. “Para pemateri yang hadir adalah pakar di bidangnya. Karena itu, saya berpesan kepada peserta: Siapkan wadah yang banyak, karena ilmu yang akan disampaikan di sini sangat melimpah. Jangan biarkan ada ilmu yang terbuang sia-sia karena kekurangsiapan kita dalam menerima.”

Materi Komprehensif: Dari Tahsin hingga Implementasi Digital

Agenda pembekalan ini tidak hanya sekadar pertemuan seremonial, melainkan sebuah kawah candradimaka bagi para dai melalui rangkaian materi yang disusun secara komprehensif. Kurikulum yang disajikan dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari standarisasi ibadah hingga penguasaan teknologi informasi.

Ust. Drs. H. M. Djohar AS, M.Pd. (Ketua Umum PDM Banyumas) menyampaikan mater Manhaj Dakwah Muhammadiyah kepada peserta.

Rangkaian materi dimulai dengan penguatan pondasi ideologis melalui sesi Manhaj Dakwah Muhammadiyah yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. M. Djohar AS, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta diingatkan kembali akan jati diri dakwah Muhammadiyah yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pendekatan tajdid. Hal ini menjadi krusial agar setiap mubaligh memiliki garis perjuangan yang searah dengan visi besar Persyarikatan.

Aspek kualitas ibadah menjadi sorotan utama dalam sesi Tahsin Al-Qur’an yang dipandu langsung oleh Ust. H. Amrulloh Sucipto Aji, S.Sos. Selama dua sesi intensif, para peserta dibimbing untuk memperbaiki makhraj dan tajwid, mengingat peran mereka sebagai imam masjid yang menjadi rujukan utama jamaah. Sesi ini kemudian diperkuat dengan pendalaman Fiqih Khotib dan Imam, sebuah materi praktis yang mengulas hukum-hukum seputar pelaksanaan ibadah agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Tak hanya soal aspek ritual, sisi manajerial dan etika dakwah juga dikupas tuntas dalam materi Kompetensi Mubaligh Muhammadiyah oleh Ust. H. Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. Beliau menekankan bahwa seorang dai harus memiliki integritas antara perkataan dan perbuatan. Hal ini bersambung dengan materi Teknik Khutbah dan Ceramah Efektif yang disampaikan oleh Ust. Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Hasan, M.S.I. Dalam sesi yang dinamis ini, peserta diajarkan seni berkomunikasi publik yang persuasif, agar pesan dakwah tidak hanya sampai ke telinga, tetapi bermakna. Selain itu Ust. Ibnu Hasan juga membagikan tips dan trik khutbah cepat yang sesuai rukun, namun wasita dan nasehat dapat didengar secara efektif oleh jamaah.

Memasuki aspek penyusunan konten, Ust. Dr. H. Asep Daud Kosasih, M.Pd. membedah strategi Penyusunan Materi Dakwah Tematik. Peserta dilatih untuk memetakan kebutuhan jamaah dan menyusun pesan dakwah yang terstruktur serta relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

Kombinasi antara kekuatan ruhani, kecakapan retorika, dan adaptasi teknologi inilah yang diharapkan lahir dari para lulusan pembekalan Majelis Tabligh PDM Banyumas tahun ini.

Testimoni Peserta: Bekal Nyata untuk Umat

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Hafidz Abdullah, utusan dari PRM Karanglo, Cilongok, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Bagi saya, sesi Tahsin Al-Qur’an sangat membantu dalam memperbaiki kualitas bacaan sebagai imam. Terlebih lagi, saya juga mendapatkan amanah untuk mengisi khutbah Jum’at. Pembekalan ini membuat saya jauh lebih percaya diri dan siap menjalankan tugas tersebut,” kata Hafidz yang juga merupakan Ustadz di Pondok Pesantren Modern Zam-zam Cilongok.

Senada dengan Hafidz, Khanifudin, yang merupakan utusan dari PRM Rawajangkring, Rawalo, menilai materi yang diberikan sangat aplikatif. Khanifudin yang sehari-hari menjabat sebagai Penyuluh Agama di KUA Purwokerto Barat merasa sangat terbantu dengan ilmu yang disampaikan saat pembekalan ini untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya sebagai Penyuluh Agama di tengah masyarakat.

“Tujuan utama saya ikut adalah untuk menambah ilmu, khususnya sebagai imam dan khatib. Kita butuh pendalaman fiqih dan teknik komunikasi agar dakwah saat Ramadhan nanti benar-benar menyentuh hati jamaah. Bekal ilmu dari sini sangat komplet,” jelas Khanifudin saat ditemui di antara pergantian sesi.

Kegiatan pembekalan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan investasi sumber daya manusia untuk mencerahkan umat di Kabupaten Banyumas. Dengan sinergi antara Majelis Tabligh, PDM, PCM, hingga PRM, Muhammadiyah Banyumas optimis dapat menghadirkan syiar Ramadhan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan tuntunan agama yang murni.

Melalui bekal materi yang komprehensif, mulai dari kualitas bacaan Al-Qur’an hingga penguasaan teknologi digital diharapkan para mubaligh Muhammadiyah mampu menjadi agen perubahan yang membawa pesan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin di tengah masyarakat Banyumas yang heterogen.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tim Redaksi

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu ujian kesabaran pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *