Ibu Cerdas, Balita Sehat : Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Penyuluhan Pencegahan Stunting di Desa Darmakradenan

Ajibarang – Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan pertaruhan masa depan kecerdasan generasi bangsa. Upaya pencegahan stunting di tingkat desa Darmakradenan  terus diperkuat melalui edukasi berbasis data dan partisipasi aktif masyarakat. Bertempat di Balai Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar penyuluhan bertajuk “Ibu Cerdas, Balita Sehat”, Minggu (25/1).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan ibu balita serta kader Posyandu setempat. Fokus utamanya adalah membekali para orang tua sebagai garda terdepan keluarga dengan pengetahuan gizi yang tepat guna memutus rantai gangguan pertumbuhan pada anak.

Ada yang berbeda dalam metode penyuluhan kali ini. Untuk memastikan materi tersampaikan dengan efektif, tim mahasiswa KKN UMP menerapkan sistem Pre-Test dan Post-Test. Sebelum pemaparan materi dimulai, para ibu diminta menjawab serangkaian pertanyaan dasar mengenai stunting untuk memetakan sejauh mana pemahaman awal mereka.

“Kami ingin memastikan edukasi ini tidak sekadar menjadi acara seremonial. Dengan adanya tes di awal dan akhir, kami bisa mengukur efektivitas penyampaian materi dan memastikan para ibu pulang dengan pengetahuan yang benar-benar baru dan aplikatif,” ujar Dandi Pamungkas (22) koordinator mahasiswa KKN UMP Desa Darmakradenan.

Setelah sesi materi berakhir, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, terutama terkait mitos stunting dan pentingnya nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Materi penyuluhan juga menyoroti implementasi konsep “Isi Piringku”. Mahasiswa memberikan panduan praktis mengenai komposisi piring makan balita yang tidak boleh hanya mengandalkan karbohidrat, tetapi wajib didominasi oleh protein hewani untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

Penggunaan bahan pangan lokal yang terjangkau namun bergizi tinggi menjadi poin utama. Mahasiswa menekankan bahwa menjadi “Ibu Cerdas” berarti mampu mengelola sumber daya pangan yang ada di sekitar desa menjadi asupan berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Ibu Endah Supriani (30). Peserta penyuluhan mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya jadi lebih paham kalau stunting itu bukan cuma soal anak pendek, tapi juga berpengaruh ke kecerdasannya nanti. Ternyata pemberian protein hewani itu sangat penting, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan. Selama ini saya pikir yang penting anak kenyang saja,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan pre-test dan post-test membuat dirinya lebih menyadari keterbatasan pemahaman yang dimiliki sebelumnya. “Setelah dijelaskan dan mengerjakan soal lagi di akhir, saya merasa lebih mengerti. InsyaAllah setelah ini saya akan lebih memperhatikan isi piring anak saya di rumah,” tambahnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa KKN UMP berharap para ibu balita di Desa Darmakradenan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai pondasi utama tumbuh kembang anak.

Kontributor:
Shafira Dwi Wulandari
Fida Salma Nabila

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *