Brebes – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 079 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses mengakhiri masa pengabdian masyarakat di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Selama 32 hari, terhitung sejak 11 Januari hingga 13 Februari 2026, para mahasiswa berhasil mengintegrasikan inovasi teknologi dengan potensi lokal guna mendongkrak kesejahteraan warga.
Mengusung tema “Sinergi Peningkatan Kapasitas Ekonomi, Kesehatan, dan Pendidikan Bangbayang melalui Inovasi Digital dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal”, program ini hadir sebagai solusi atas tantangan nyata yang dihadapi desa, mulai dari ketergantungan pertanian pada tadah hujan hingga isu stunting.
Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan

Salah satu terobosan yang paling menarik perhatian warga adalah Pelatihan Pembuatan Pestisida Organik dari Limbah Kulit Bawang. Mengingat penggunaan pestisida kimia yang tinggi di wilayah tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mulai dari tahap fermentasi hingga pengemasan produk.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa limbah rumah tangga bisa punya nilai guna tinggi. Pestisida kulit bawang ini bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga hemat biaya bagi petani,” ujar perwakilan kelompok KKN 079.
Tak berhenti di situ, penguatan ekonomi juga dilakukan melalui jalur digital, seperti:
- Digitalisasi UMKM: Pendampingan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan strategi Instagram Advertisement.
- Modernisasi Birokrasi: Pemasangan sistem absensi fingerprint di balai desa untuk meningkatkan kedisiplinan perangkat desa.
- Manajemen Sampah: Pelatihan pembukuan digital untuk bank sampah lokal.

Membangun Literasi dan Kreativitas Anak
Di sektor pendidikan, mahasiswa berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan melalui metode yang menyenangkan. Selain bimbingan belajar berbasis edugame, anak-anak Desa Bangbayang juga diajarkan teknik Ecoprint—mencetak motif alami dari daun dan bunga di atas kain. Kegiatan ini bertujuan mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak dini.

Kesehatan dan Infrastruktur Desa
Isu kesehatan tak luput dari sasaran program. Mahasiswa secara intensif memberikan edukasi pencegahan stunting serta pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi santri di pondok pesantren guna meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental.
Dari sisi infrastruktur dan keselamatan, berbagai instalasi fisik telah dipasang, di antaranya:
- Pembuatan lubang resapan biopori dan saringan sampah saluran air.
- Pemasangan reflektor jalan dan alarm kebakaran sederhana.
- Pemasangan lampu sensor cahaya untuk efisiensi energi di fasilitas umum.

Dokumentasi Digital dan Potensi Wilayah
Sebagai kenang-kenangan sekaligus aset promosi desa, mahasiswa melakukan pemetaan wilayah menggunakan aplikasi ArcGIS dan memproduksi video profil Desa Bangbayang. Dokumentasi ini diharapkan mampu menarik investor maupun wisatawan untuk melirik potensi tersembunyi di Bantarkawung.
Kepala Desa dan warga setempat menyambut hangat inisiatif ini. Dukungan penuh dari pemerintah desa menjadi kunci suksesnya implementasi program selama sebulan penuh. Meski masa KKN telah usai pada 13 Februari lalu, sinergi yang terbangun diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Desa Bangbayang di masa depan.
Kontributor:
Tim KKN 079 Desa Bangbayang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Semester Genap 2025/2026



