Bus Trans Banyumas Sambut Kedatangan Pemudik di Sisi Barat Stasiun Purwokerto

Rencana pengintegrasian layanan bus Trans Banyumas ke area Pintu Barat Stasiun Purwokerto kini mulai menemui titik terang. PT Banyumas Raya Transportasi, selaku pihak operator, menyatakan kesiapan penuh untuk segera mengoperasikan layanan di titik tersebut guna menyongsong masa angkutan Lebaran tahun 2026.

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengungkapkan bahwa langkah strategis ini merupakan realisasi dari hasil koordinasi antara Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dengan pimpinan KAI Daop 5 Purwokerto. Integrasi ini hadir sebagai solusi atas aspirasi masyarakat yang telah lama mengharapkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan mudah di area stasiun.

“Kami telah menuntaskan tahap survei serta inspeksi bersama (joint inspection) dengan pihak KAI Daop 5. Fokus saat ini adalah proses optimalisasi lintasan drop-off oleh pihak stasiun agar dapat mengakomodasi dimensi bus besar kami saat masuk maupun keluar dengan tingkat keamanan yang terjaga,” jelas Ipoeng pada Rabu (11/3).

Dari sisi legalitas, Ipoeng menegaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi melalui Berita Acara (BA) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, pelaksanaan operasional di lapangan hanya tinggal menunggu penyelesaian kesiapan teknis fasilitas pada area pintu barat.

“Tahapannya sudah sampai pada eksekusi. Kami kini dalam posisi menunggu kesiapan infrastruktur dari pihak stasiun. Begitu fasilitas siap, bus kami akan langsung memulai operasional di area drop-off Pintu Barat Stasiun Purwokerto,” tambah Ipoeng.

Dalam skema operasionalnya, terdapat tiga koridor utama yang akan melayani akses langsung menuju stasiun, antara lain:

  1. Koridor 1: Rute Ajibarang – Stasiun Purwokerto.
  2. Koridor 3A: Rute Terminal Bulupitu – Stasiun Purwokerto.
  3. Koridor 3B: Rute Beji – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) – Stasiun Purwokerto.

Ketiga jalur tersebut dipilih secara strategis agar dapat menjangkau penumpang dari berbagai wilayah melalui sistem transit. Sebagai contoh, pengguna jasa dari wilayah Koridor 4 dapat berganti bus di Terminal Bulupitu menuju Koridor 3A. Demikian pula masyarakat dari kawasan Tambaksogra, UMP, atau Jalan KS Tubun dapat langsung memanfaatkan Koridor 3A untuk mencapai Pintu Barat Stasiun.

Target pengoperasian layanan Trans Banyumas di area stasiun ini diproyeksikan mulai berjalan sebelum masa Idulfitri tahun ini, dengan catatan seluruh persiapan teknis telah rampung. Ipoeng berharap kehadiran layanan ini menjadi solusi nyata bagi mobilitas masyarakat, terutama para pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api.

“Pendorong utama kebijakan ini adalah banyaknya keluhan dari pemudik yang merasa kesulitan setelah turun dari kereta. Selama ini, mereka terpaksa berjalan kaki cukup jauh menuju kawasan Pasar Pon sambil membawa barang bawaan yang berat seperti tas dan koper hanya untuk mendapatkan bus. Itulah alasan kuat mengapa Trans Banyumas harus segera masuk ke area Stasiun Barat,” pungkas Ipoeng.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tim Redaksi

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu ujian kesabaran pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *