Gelaran Banyumas International Literacy Festival atau BIL Fest 2026 diselenggarakan di Hetero Space, Purwokerto. Pada hari ketujuh, BIL Fest berkolaborasi dengan band lokal Horizon untuk memeriahkan acaranya, Rabu, (17/06/2026).
Horizon Acoustic yang tampil mengisi panggung sore ini dapat tampil dengan memuaskan dan didukung dengan cuaca cerah. Grup musik akustik ini diprakarsai oleh Handoko sebagai vokalis sekaligus gitaris, serta rekannya Adit sebagai pemain drum digital.
Horizon Acoustic membuka penampilannya dengan membawakan lagu April milik Fiersa Besari dan Zona Nyaman dari Fourtwnty. Lagu kedua yakni Zona Nyaman menyampaikan pesan mendalam bahwa setiap insan harus memiliki keberanian untuk keluar dari rutinitas monoton dan mengejar tujuan hidupnya.
Menurut sang gitaris, diksi horizon sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam yaitu sebagai hablum minannas atau hubungan antar manusia. Penampilan mereka ditutup dengan lagu Cincin dari Hindia yang diikuti oleh nyanyian para pengunjung Banyumas International Literasi Festival 2026.
Seusai tampil, Handoko menjelaskan bahwa kesan dan pesan selama mengisi acara di festival ini terasa sangat asik serta seru. Ia mengapresiasi penempatan panggung outdoor karena memberikan nuansa alam yang lebih terasa dibanding panggung ruangan tertutup.
“Asik, seru, dan dengan stage di lingkungan alam gitu yah, karena kita sudah terlalu terbiasa main di lingkungan tertutup seperti cafe,” ujar Handoko.
Handoko menambahkan bahwa panggung terbuka memberikan suasana alam yang mengena dan membantu pencarian literasi di tengah kemajuan zaman modern saat ini. Menurutnya, internet memang menyediakan banyak informasi, tetapi ada esensi membaca buku fisik yang tidak tergantikan.
“Jadi dengan adanya banyumas international festival (BIL Fest) ini dan adanya bazar buku juga tentu dapat mengembalikan esensi itu,” kata Handoko menjelaskan.
Handoko juga menegaskan bahwa kelompok musiknya sama sekali tidak menemui kendala teknis yang berarti selama tampil di panggung terbuka tersebut. Tantangan utama berkesenian di ruang terbuka hanyalah faktor cuaca dan kondisi alam sekitarnya.
“Tidak ada kesulitan untuk tampil di venue outdoor, kalau tampil di venue yang outdoor itu musuhnya cuma alam, cuaca dan sebagainya,” ungkap Handoko.
“Kebetulan mungkin tuhan memberkati, jadi dapat tampil dengan cuaca yang cerah,” kata Handoko menambahkan dengan penuh rasa syukur.

Ia berharap alunan musik dari Horizon Acoustic dapat memberikan dampak positif bagi kenyamanan para pembaca di area bazar buku. “Kalau apa yang saya tampilkan dapat menambah kenyamanan untuk teman teman membaca, itu jadi pahala buat saya,” ucap Handoko.
“Harapan dari horizon untuk bil fest semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya masih ada dan lebih baik,” tutur Handoko memungkasi perbincangan.
Kehadiran festival literasi ini juga berhasil menarik perhatian para pelajar di wilayah Banyumas, salah satunya adalah Zein. Ia merupakan seorang siswa aktif yang berasal dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas.
Zein menceritakan bahwa dirinya biasa memiliki agenda kegiatan rutin lain selepas menyelesaikan jam pelajaran di sekolahnya sehari-hari. Namun, kondisi akhir semester yang luang membuatnya berinisiatif mencari informasi mengenai aktivitas bermanfaat di sekitar wilayah Banyumas.
“Sebetulnya biasanya saya setelah pulang sekolah ada kegiatan, karena ini sudah akhir semester dan tidak ada jadwal, jadi saya mencari info kegiatan di sekitar banyumas,” kata Zein.
“Nah ketemulah BIL Fest ini, jadi kebetulan setelah sekolah waktunya luang dan ada acara BIL Fest ya boleh lah datang,” ujar Zein melanjutkan.
Setelah menginjakan kaki di lokasi festival, siswa MAN 2 Banyumas ini mengaku sangat terkesan dengan fasilitas pameran yang disediakan panitia. Ia merasa senang karena pengunjung dapat mengakses ribuan bahan bacaan secara cuma-cuma di area festival.
“Ternyata di sini ada pameran buku dan juga bisa baca buku secara gratis,” kata Zein mengungkapkan kegembiraannya di lokasi acara.
Zein menjabarkan alur kunjungannya yang dimulai dengan menjelajahi area perdagangan buku terlebih dahulu sebelum mendatangi stan membaca gratis. “Setelah sampai sini kan saya lihat-lihat ke bazar buku terlebih dahulu, baru kemudian ke stand baca buku gratis,” tutur Zein.
Sebagai salah satu penonton pertunjukan musik, Zein juga memberikan umpan balik dan evaluasi jujur terhadap penampilan dari Horizon Acoustic. Ia menilai kemampuan musik serta cara pembawaan personel grup musik tersebut sudah tergolong sangat bagus.
“Mungkin dari band nya sudah enak, dan pembawaan orangnya sudah asik, tetapi mungkin lain kali dapat lebih cermat dalam pemilihan lagu,” ucap Zein.
Menurutnya, pemilihan lagu yang lebih cermat di masa mendatang akan membuat pertunjukan musik terasa jauh lebih tepat dengan suasana festival. Secara umum, Zein menganggap penyelenggaraan BIL Fest 2026 merupakan sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi generasi muda.
“BIL Fest ini asik, ya boleh lah buat mengisi waktu luang, dan di sini juga dapat menemukan orang yang bisa diajak ngomong,” kata Zein.
“Itu seru dan menambah insight atau wawasan baru,” tutur Zein mengakhiri perbincangan mengenai pengalamannya mengunjungi arena festival literasi tersebut.



