Mendalami Sastra, 10 Mahasiswa Terpilih Belajar Bersama Ahmad Tohari di Banyumas

Sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia melakukan residensi sastra di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mereka akan mendalami pengetahuan menulis sastra dengan menimba ilmu kepada sastrawan Ahmad Tohari. Kegiatan residensi tersebut bagian dari program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kategori Sastra 2026 Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Intelektual Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan BBM Sastra 2026 berlangsung selama 30 hari dari Rabu, 15 Juli 2026 sampai Sabtu, 15 Agustus 2026. Sepuluh mahasiswa terpilih belajar menulis sastra secara rutin dengan Ahmad Tohari di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Para mahasiswa terpilih berasal dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Andalas Padang, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pekalongan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Ahmad Tohari mengatakan aspek pembinaan kepada generasi muda untuk gemar dan cakap menulis sastra merupakan hal penting dalam pengembangan pemajuan kebudayaan di Indonesia. Ia berharap pengalamannya sebagai penulis cerita pendek dan novel, dapat membantu para peserta BBM mempertajam gagasan serta menemukan gaya ungkap yang khas saat menulis karya sastra.

“Saya bukan guru. Saya teman berpikir mereka untuk mencipta karya sastra,” kata Ahmad Tohari di Pepustakaan Ahmad Tohari saat serah terima peserta BBM Sastra 2026.

Indikator keluaran program BBM Sastra 2026, 10 mahasiswa peserta BBM diwajibkan menyelesaikan satu cerita pendek (cerpen). Karya para peserta, nantinya akan disatukan dalam bentuk buku antologi cerita pendek.

Asisten Maestro Program BBM Sastra 2026, Abdul Aziz Rasjid menjelaskan bahwa para peserta BBM Sastra juga menjalani studi ekskursi untuk memperluas wawasan. Peserta BBM pada Sabtu, 18 Juli 2026, telah bertemu dengan Narsih, tokoh lengger di Banyumas yang telah berkiprah di seni tradisi lengger selama 53 tahun. Studi ekskursi juga akan membicarakan tema “Alam dan Seni” bersama Sukendar, maestro calung peraih Anugerah Kebudayaan Jateng 2025. Mereka juga dijadwalkan bertemu dengan komunitas-komunitas seni di Banyumas untuk berbincang tentang sastra sembari nonton bareng film dokumenter Ahmad Tohari.

“Melalui studi eksksursi, peserta BBM bertemu dengan tokoh-tokoh seni di Banyumas, komunitas-lomunitas seni, memaknai kesenian khas di Banyumas, serta membangun jejaring seni lintas displin yang bisa jadi penting untuk pemajuan kebudayaan di kemudian hari,” kata Abdul Aziz Rasjid.

Peserta BBM dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Hadi Rahman mengaku kegiatan BBM Sastra membuat ia memahami latar belakang proses kreatif tokoh sastra saat mencipta karya sastra. Ia juga mengatakan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru terkait teknik-teknik menulis sastra. Sepekan di Banyumas, ia juga mendapati ekspresi-ekspresi kebudayaan masyarakat yang berbeda dengan tempat ia berasal di Kalimantan Timur.

“Di lingkungan tempat Pak Ahmad Tohari tinggal saya masih banyak melihat warga yang bersepeda, suasananya bersahaja. Saya juga terkesan saat mendengar dan melihat secara langsung seni tradisi lengger. Di BBM ini, selain menulis cerpen, saya juga merekam hal-hal menarik dengan menggambar sketsa-skesta bermedia tinta di atas kertas. Semoga nanti bisa dipamerkan saat presentasi karya akhir,” kata Hadi.

Di acara puncak kegiatan BBM Sastra 2026, akan digelar presentasi karya akhir para peserta BBM pada pertengahan Agustus 2026. Kegiatan presentasi karya akhir meliputi pameran arsip, dramatic reading karya peserta BBM, serta ulasan cerita pendek karya peserta BBM dalam format diskusi sastra.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *