RS Khusus Mata Purwokerto: Adakan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis Siap Bantu Warga Melihat Lebih Jelas

PURWOKERTO (6/8). Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banyumas terus bergulir. Kali ini, sebuah program sosial bertajuk Bakti Sosial Operasi Katarak hadir secara gratis di RS Khusus Mata Purwokerto dengan mengusung jargon “Melihat Lebih Jelas, Hidup Lebih Berkualitas”. Program ini ditujukan untuk membantu para penderita katarak di wilayah Banyumas dan sekitarnya agar bisa kembali menikmati penglihatan yang jernih tanpa terkendala biaya.

Rangkaian kegiatan medis ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut di RS Khusus Mata Purwokerto, yang berlokasi di Jl. Beringin Raya, Perumahan Tanjung Elok, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

Proses pelayanan diawali dengan tahap skrining/pemeriksaan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Bagi penderita yang dinyatakan lolos seleksi pemeriksaan, tahap pelaksanaan operasi akan dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kontrol (post-operasi) pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Bagi warga yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, terdapat beberapa kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi:

  • Memiliki katarak dan berusia minimal 40 tahun.
  • Melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sekurang-kurangnya dari RT/RW setempat.
  • Lolos tahapan seleksi medis oleh dokter spesialis mata.

Mengingat kuota dan tahapan penyeleksian medis yang ketat, masyarakat yang berminat diimbau untuk segera mendaftarkan diri atau mencari informasi lebih lanjut melalui kontak panitia yang tersedia:

  • Dian Kurniasari: 082137384839
  • Vindi: 087784951375

Bagi Anda yang memiliki keluarga, kerabat, atau tetangga yang membutuhkan penanganan katarak namun terkendala biaya, program di RS Khusus Mata Purwokerto ini dapat menjadi momentum tepat untuk membantu mereka kembali melihat indahnya dunia.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tim Redaksi

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu ujian kesabaran pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *