Setelah Menjadi Perhatian Media, PT STAR Benahi Sumber Mata Air Pancuran Darmakradenan

Ajibarang (6/8). Pembenahan sumber mata air Pancuran yang berlokasi di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menarik perhatian masyarakat setempat usai dikerjakan oleh PT STAR setelah masalah ini marak diulas media. Warga mengungkapkan bahwa pembenahan berfokus pada bak penampungan air yang mulanya mengalami kebocoran. Pascaperbaikan, volume air yang mengalir dilaporkan kembali meningkat. Kendati demikian, tindakan ini malah memicu keraguan di tengah warga. Mereka mempertanyakan mengapa langkah perbaikan baru dieksekusi setelah isu terkait mata air ini menjadi sorotan khalayak luas.

“Setelah heboh di media, barulah tempat penampungan air pancuran itu diperbaiki oleh pihak perusahaan supaya alirannya makin deras,” tutur Rizal, salah seorang warga, pada Kamis (6/8). Warga yang terhimpun dalam kelompok SEMAR SETAMAN (Seduluran Masyarakat Sekitar Tambang Darmakradenan) sebelumnya telah melayangkan persoalan ini secara tertulis lewat surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka menginginkan pemerintah turun tangan merespons masalah sumber air yang selama ini dikhawatirkan warga Darmakradenan.

Di samping mata air Pancuran, warga juga menyoroti aktivitas di area sekitar Gua Lawa. Mereka mengungkapkan bahwa lokasi yang tadinya dipakai untuk pekerjaan sempat ditanami kembali. Bagi warga, masalah utamanya tidak sekadar mengenai pembenahan wadah penampungan air, melainkan alasan di balik keterlambatan perbaikan yang baru berjalan pascamerebaknya pemberitaan. “Sebenarnya sama saja, sekadar membenahi bak penampungan yang bocor. Namun yang kami tanyakan, mengapa baru diperbaiki setelah viral?” ungkap Rizal.

Di lain pihak, instansi ESDM Slamet Selatan mengonfirmasi bahwa mereka telah mengarahkan PT STAR untuk memberikan penjelasan langsung kepada Rizal dan warga penyurat lainnya. “Kami sudah menginstruksikan pihak PT STAR untuk memberi penjelasan kepada warga yang bersurat. Di samping itu, lantaran surat tersebut dialamatkan kepada kementerian, kami masih menanti langkah selanjutnya dari pihak kementerian,” terang Kasi Geologi Mineral Batubara ESDM Slamet Selatan, Heri Subekti.

Walaupun mata air telah dibenahi, permasalahan ini dianggap belum sepenuhnya tuntas. Rizal dan warga lainnya masih menantikan klarifikasi resmi dari PT STAR berikut tindakan lanjutan dari pemerintah terkait surat yang telah ditujukan kepada Kementerian ESDM. Bagi warga, pembenahan bak penampungan memang berdampak positif pada peningkatan debit air. Akan tetapi, mereka menuntut keterbukaan informasi yang lebih transparan mengenai kondisi sumber mata air serta kegiatan operasional perusahaan di kawasan tersebut.

Sampai berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT STAR terkait penyebab perbaikan baru dilaksanakan setelah kasus ini heboh di media publik. Warga berharap pemerintah tidak sekadar meninjau masalah ini dari sudut pembenahan fisik mata air saja, tetapi juga menjamin ketersediaan sumber air dan kelestarian lingkungan di Darmakradenan tetap terpelihara.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Redaksi Temenan

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu seni. Kalau ada yang tersinggung, anggap aja efek samping membaca kebenaran dengan bumbu cabe rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *