SOLO. Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII siap menyapa masyarakat pada 4–6 September 2026 di Taman Balekambang, Solo. Mengangkat tema “Catra Padi, Sepayung Dewi Sri”, perhelatan tahun ini menghadirkan mitologi Dewi Sri sebagai jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan Indonesia, Korea Selatan, India, Jepang, dan Thailand. Pesta seni ini menjadi ruang berjumpa untuk merayakan kekayaan warisan budaya, kreativitas, persahabatan, serta semangat kemanusiaan lintas bangsa.
Melalui simbolisme “Catra Padi”, padi tak lagi dipandang sebatas pangan, melainkan bahasa dunia yang menyimpan cerita tentang kehidupan, ketahanan pangan, dan keberlanjutan. Gagasan ini tecermin indah dari aksi lima penari yang membawa payung padi, mengisahkan Dewi Sri sebagai pengingat akan pentingnya menjaga alam dan kebersamaan. Dari sebutir padi lahir kehidupan, dari budaya lahir perjumpaan, dan dari perjumpaan tumbuh dunia yang lebih saling memahami.
Kemeriahan FESPIN XIII juga diwarnai dengan peluncuran antologi buku “Catra Padi”. Buku yang memuat 50 esai terpilih karya para penulis ini mengupas sosok dewa-dewi kesuburan dari kehangatan Nusantara hingga peradaban purba dunia seperti Aphrodite, Ceres, Ishtar, dan Baal. Kehadiran antologi ini dirayakan lewat agenda Sarasehan dan Bedah Buku pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 10.00–12.00 WIB di Taman Balekambang bersama editor Kurnia Effendi, project leader Maya Dewi, serta penulis Brigitta Innes dan Baron Negoro.
Selain diskusi literatur, pengunjung dapat menikmati Pameran Payung Sulam Nusantara. Dalam pameran ini, selembar kain payung beralih fungsi dari sekadar pelindung hujan menjadi kanvas cerita. Beragam karya sulam dari perupa dan pengrajin berbagai daerah menampilkan figur manusia, alam, hingga simbol budaya melalui perpaduan benang dan warna yang memikat.
Tak kalah menarik, perjumpaan budaya Indonesia dan Jepang dirayakan secara interaktif melalui Workshop Sulam Payung Bunga Sakura pada 5 September 2026 mulai pukul 10.00 WIB di Booth Sulam Nusantara. Melalui workshop ini, peserta diajak merawat keterampilan jemari dengan menghadirkan keindahan bunga sakura di atas payung sebagai lambang persahabatan antarnegara. FESPIN XIII mengundang siapa saja untuk hadir, berteduh sejenak dalam keagungan keragaman tradisi, serta merangkai cerita bersama di Solo.



