BANYUMAS — Deru mesin tangki air memecah keheningan siang di pelosok Banyumas. Di balik debu jalanan dan terik matahari kemarau yang menyengat, puluhan anak muda berkaos hitam dengan logo pulau biru tampak sibuk mengulur selang dan menata jeriken. Hari itu, Minggu, 27 September 2026, Slanklub Purwokerto membumikan semangat perdamaian dan kepedulian melalui aksi nyata: mengalirkan ribuan liter air bersih untuk warga yang dilanda kekeringan.
Musim kemarau panjang tahun ini kembali menekan wilayah Kabupaten Banyumas. Sejumlah kecamatan, termasuk Gumelar dan Cilongok, menjadi wilayah rentan yang saban tahun harus berhadapan dengan krisis air bersih. Sumur-sumur warga mengering, membuat mereka harus berjalan jauh atau menghemat sisa air keruh demi kebutuhan sehari-hari.
Merespon kondisi tersebut, sekitar 30 anggota Slanklub Purwokerto turun langsung ke lapangan. Dipimpin oleh Mas Umam selaku Ketua Slankers Purwokerto, bersama Pak Topo dan Pak Andre sebagai koordinator kegiatan, mereka menyusuri tiga titik wilayah terdampak: Desa Kedungurang di Kecamatan Gumelar, serta Desa Rancamaya dan Desa Pageraji di Kecamatan Cilongok.
Sebanyak 5 mobil tangki—membawa total sekitar 6.000 liter air bersih—didistribusikan secara bertahap. Senyum lega dan antusiasme warga membuncah saat air bersih mulai mengucur memenuhi wadah-wadah penampungan milik mereka.
Bagi Slanklub Purwokerto, aksi bakti sosial ini adalah bukti bahwa kecintaan terhadap musik dan sebuah grup musik bisa bertransformasi menjadi aksi kemanusiaan yang konkret.
“Kegiatan ini merespon keadaan sekitar disaat musim kemarau. Harapannya supaya sedikit membantu warga,” ujar Mas Umam di sela-sela penyaluran air. Bagi Umam dan rekan-rekannya, identitas sebagai penggemar band Slank tidak berhenti pada sebatas berkumpul atau datang ke konser semata. “Kami tidak hanya berkumpul dalam satu wadah fans club saja, namun bisa bermanfaat untuk orang lain.”
Kucuran air bersih hari itu mungkin belum menghapus seluruh tantangan kemarau di Banyumas. Namun, kepedulian yang dihadirkan anak-anak muda ini telah memberi kepastian bahwa warga yang terdampak tidak berjuang sendirian di tengah dahaga kemarau.



