YOGYAKARTA – Ada cara yang tak biasa dalam merayakan pencapaian akademik tertinggi di Kota Pelajar. Zainal Arifin Mochtar, pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada yang akrab disapa Uceng, akan dikukuhkan sebagai Guru Besar. Namun, alih-alih hanya merayakannya dalam ruang sidang yang formal, kolega dan sesama aktivis justru menyiapkan sebuah arena khusus untuk “menguliti” sang profesor lewat acara bertajuk “Roasting Zainal: Bukan Guru Besar Biasa”.
Acara yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026 ini akan mengambil tempat di Kancane Coffee & Tea, Sleman, mulai pukul 15.00 WIB. Pemilihan konsep roasting—sebuah sesi komedi berisi kritik tajam namun penuh keakraban—bukan tanpa alasan. Sosok Uceng selama ini memang dikenal bukan sebagai akademisi menara gading. Ia adalah aktivis sekaligus penulis yang vokal dalam mengkritisi kebijakan negara dan selalu berdiri di sisi masyarakat sipil pencari keadilan.
Daftar tokoh yang siap naik panggung untuk melakukan roasting pun tidak main-main. Nama-nama besar seperti Busyro Muqoddas, Denny Indrayana, Bivitri Susanti, hingga Feri Amsari dipastikan hadir. Tak hanya dari kalangan hukum, penulis seperti Okky Madasari dan Puthut EA, hingga komedian papan atas Abdel Achrian, juga dijadwalkan ikut memberikan “penghormatan” lewat sindiran-sindiran segar.
Zainal Arifin Mochtar sendiri menanggapi rencana ini dengan santai dan penuh humor. Melalui unggahan di media sosialnya, ia menyatakan kesiapannya untuk menerima serangan kata-kata dari para sahabatnya tersebut. Ia bahkan mengajak masyarakat luas untuk hadir menyaksikan acara yang terbuka untuk umum ini. “Iya deh, saya siap diroasting. Silakan bergabung dan ngakak ngikik,” tulisnya dalam sebuah unggahan yang langsung mendapat reaksi hangat dari netizen.
Kolaborasi antara lembaga-lembaga besar seperti ICW, Perludem, Transparency International Indonesia, hingga Social Movement Institute dalam acara ini mempertegas bahwa momen pengukuhan Guru Besar ini adalah milik publik. Baginya, kedekatan dengan rakyat memerlukan silaturahmi yang tidak kaku, di mana doa dan harapan untuk masa depan bangsa bisa dipanjatkan sembari tertawa bersama di sebuah arena bernama “Roasting Zainal”.





