Purbalingga – Ekosistem kreatif di Kabupaten Purbalingga kembali berdenyut kencang. Bertempat di Gramedia Purbalingga, Sabtu (07/02/2026), digelar perhelatan bertajuk Pentas (Pekan Literasi Masyarakat Banyumas): Menuju BIL Fest 2026. Acara ini menjadi momentum spesial dengan peluncuran buku self-improvement berjudul “Binar Tanda 27” karya Putri Aulia Pasa atau yang akrab disapa Papsky, yang merupakan peraih Ahmad Tohari (AT) Awards 2025.
Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 18.00 WIB ini sukses menyedot perhatian publik. Tercatat lebih dari 60 peserta memadati area kegiatan, mulai dari pegiat literasi, aktivis organisasi, hingga masyarakat umum. Antusiasme yang luar biasa ini bahkan membuat area Gramedia Purbalingga penuh sesak. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang hadir mendapatkan voucher diskon 10% khusus untuk pembelian buku di Gramedia Purbalingga.
Sosialisasi BIL Fest 2026: Membuka Ruang Kolaborasi
Sesi pertama dibuka dengan sosialisasi Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2026 dan program AT Awards 2026. Rahmi Wijaya, selaku Founder BIL Fest, memaparkan visi besar festival tahun ini yang bertujuan untuk memperkuat inklusivitas di wilayah Banyumas Raya.
Melengkapi penjelasan tersebut, Neo Amroni yang juga merupakan Founder BIL Fest, mengajak seluruh elemen masyarakat dan komunitas untuk ikut serta dalam kolaborasi besar yang puncaknya akan digelar pada Juni mendatang. Segala informasi mengenai program dan peluang kerja sama dapat diakses secara transparan melalui laman resmi di selamet.bilfest.id.
Peluncuran ‘Binar Tanda 27’ dan Diskusi Mendalam
Memasuki sesi utama, suasana menjadi lebih hangat saat Putri Aulia Pasa (Papsky) maju ke depan peserta untuk meluncurkan buku terbarunya, “Binar Tanda 27”. Buku ini merupakan karya yang lahir dari refleksi mendalam mengenai pengalaman hidup, luka, dan proses pendewasaan.

Diskusi buku dipandu oleh Nur Fadhilah Rizqi (Kiki) sebagai host, dengan menghadirkan Fedora Fidela sebagai pengulas. Dalam ulasannya, Fedora menyentuh sisi batin yang tak terlihat dalam buku tersebut. “Buku ini bukan sekadar deretan kata, tapi sebuah ajakan untuk berdamai dengan proses pendewasaan. Papsky berhasil merangkum 27 poin refleksi yang mengajak pembaca untuk lebih lembut terhadap diri sendiri,” ungkap Fedora.
Proses Kreatif di Balik Layar
Tidak hanya membahas isi buku, acara ini juga membedah “dapur” penerbitan dalam sesi Ngobrol Proses Kreatif di Balik Buku. Peserta diajak melihat bahwa sebuah karya tidak hanya melibatkan penulis, tetapi juga peran kreatif lainnya seperti cover designer, layouter, hingga editor naskah. Hal ini memberikan wawasan baru bagi para pelajar dan mahasiswa mengenai peluang menjadi freelancer di dunia penerbitan.
Kehadiran Komunitas dan Organisasi Pemuda
Keberhasilan acara ini didukung oleh kehadiran berbagai elemen komunitas yang melebur dalam narasi paragraf persatuan. Di barisan pegiat literasi, hadir komunitas Maos Sareng dan Read Aloud Purbalingga yang memberikan warna tersendiri. Semangat kepemudaan juga terpancar dari hadirnya Forum Genre Purbalingga, Forum Anak Purbalingga, serta komunitas Ruang Inspirasi.

Sektor akademisi dan organisasi otonom turut diwakili oleh IMM Abu Dardiri, IMM Bung Karno (ITB MP), PD IPM Purbalingga, serta mahasiswa dari BEM Unperba dan HMPS Psikologi UIN Saizu. Tidak ketinggalan, hadir pula perwakilan dari Kayulingga dan Forum OSIS Purbalingga yang menambah keramaian suasana diskusi.
Energi Positif untuk Purbalingga
Antusiasme peserta yang melimpah meninggalkan kesan mendalam bagi penyelenggara dan mitra. Intan, SPV Gramedia Purbalingga, menyatakan kekagumannya atas jumlah pengunjung yang hadir. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Jujur, kami tidak menyangka antusiasmenya akan sebesar ini. Banyak peserta yang rela berdiri karena area sudah penuh,” kata Intan.
Senada dengan itu, Wafa dari Literasi Purbalingga yang berkolaborasi dalam acara ini, melihat kegiatan tersebut sebagai suntikan motivasi bagi generasi muda. “Acara ini memberikan energi positif yang luar biasa. Terutama bagi adik-adik yang masih sekolah, melihat sosok seperti Papsky bisa melahirkan karya dan mendapat penghargaan tentu memicu semangat mereka untuk mulai membaca dan berani menulis,” tutur Wafa.
Menuju Puncak Festival
Rangkaian acara Pentas menuju BIL Fest 2026 ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah pada pukul 18.00 WIB. Keberhasilan pra-event di Purbalingga ini menjadi sinyal kuat bahwa puncak gelaran Banyumas International Literacy Festival 2026 pada bulan Juni nanti akan menjadi salah satu agenda yang paling dinanti.
Bagi Anda yang ingin memiliki buku “Binar Tanda 27”, karya ini bisa diorder melalui toko omerastore di marketplace. Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan agenda lainnya melalui akun Instagram resmi @bil.fest.




