Purwokerto– Di tengah keramaian lalu-lalang penggunjung Rita Super Mall Purwokerto, terlihat kerumunan pengunjung di gerai Gramedia yang tidak seperti hari-hari biasa. Mereka adalah para pegiat literasi, aktivis dan masyarakat umum. Namun yang lebih dominan adalah Teman Tuli dan Teman Dengar. Rupanya mereka menghadiri peluncuran buku karya Aulia Nabila Fal. Buku Catatan Belle: Dunia Tuli dan Aku di luncurkan oleh BIL Fest di gerai Gramedia Rita Super Mall pada Rabu, 04 Februari 2026 siang. Buku tersebut adalah penerima penghargaan Ahmad Tohari Awards 2025.
Acara tersebut dipandu oleh Nur Fadhilah Rizqi atau yang biasa disapa Kiki, Tim Kreatif BIL Fest. Acara diawali dengan sosialisasi program dan rangkaian acara BIL Fest 2026 oleh Founder BIL Fest Rahmi Wijaya. Selain menyampaikan tentang program Ahmad Tohari Awards 2026 yang sudah buka penerimaan proposalnya melalui situs selamet.bilfest.id, Ia juga menyampaikan bahwa peluncuran ini sangat spesial. Peluncuran ini menciptakan ruang inklusi bagi penulis dan juga pembaca. Menciptakan ruang setara dalam akses bacaan dan dunia kepenulisan. Selain itu, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Gramedia yang telah berkolaborasi untuk mensukseskan acara ini.

Selain itu, penyelenggara dalam hal ini BIL Fest menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang tergabung dalam komunitas Batir Isyarat Banjoemas. Dua JBI yang hadir sangat membantu dalam acara, karena mayoritas yang hadir adalah Teman Tuli. Selain menjadi penerjemah kepada Teman Tuli, JBI juga menjadi penerjemah bagi Teman Dengar.
Aulia Nabila Fal selaku penulis yang karyanya diluncurkan siang itu, merasa sangat bersyukur dan bahagia. Ia juga memberikan semangat kepada pengunjung yang hadir untuk semangat dalam berkarya. Bahkan testimoni dari salah satu pengunjung yang juga Teman Tuli, sampai membuat Aulia Nabila Fal meneteskan air mata. Suasana haru menyelimuti sesi testimoni siang itu.
Dalam peluncuran yang dihelat sangat hangat itu, hadir pula Fuad Zein Arifin, S.Pd selaku Kabid Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Banyumas, mewakili Bunda Literasi Banyumas. Dalam testimoninya, Ia terinsipasi untuk mengajak OPD di Banyumas menggunakan Juru Bahasa Isyarat dalam acara-acara resmi pemerintah kabupaten. Selain itu, Ia juga sangat mengapresiasi atas lahirnya sebuah buku yang menjadi bukti kesetaraan dalam hal karya tulis di Banyumas.

Selain pengunjung menyimak proses kreatif Bella, sapaan akrab Aulia Nabila Fal dalam menulis, pengunjung juga diajak belajar tentang bahasa isyarat. Mereka membuat kelompok-kelompok kecil, lalu ada mentor JBI yang memberikan cara gerakan isyarat-isyarat untuk berkomunikasi dengan Teman Tuli. Mereka memperagakan isyarat dengan memperagakan sebuah lagu dari “Sedia Aku Sebelum Hujan”, karya Idigtaf.
Semoga ruang inkulsi semakin terbuka dan tercipta di berbagai ruang di Banyumas. Sehingga kesetaraan bagi siapapun terutama akses literasi, benar-benar bisa terwujud di Banyumas, ujar Fadli, salah satu pengunjung yang merupakan Teman Dengar. Senada dengan Fadli, penggunjung lain yaitu Irwan, merasa ini adalah pengalaman baru, tentang cara kita berkomunikasi dengan Teman Tuli, sehingga kita bisa saling membaur tanpa membeda-bedakan. Karena selama ini, kita bingung bagaimana komunikasi dengan mereka. Tapi dengan acara seperti ini, kami jadi mendapatkan pengalaman baru.




