BANYUMAS – Mengawali perayaan Hari Jadi Kabupaten Banyumas yang ke-455, Bupati Sadewo Tri Lastiono memimpin prosesi ziarah ke makam Bupati pertama, Raden Joko Kaiman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis Nugroho Pandhu Sukmono dari Suara Merdeka Banyumas, kegiatan khidmat ini berlangsung di kompleks pemakaman Dawuhan, Kecamatan Banyumas.
Bupati Sadewo hadir didampingi oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pejabat eksekutif di lingkungan Pemkab Banyumas. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melakukan doa bersama dan prosesi tabur bunga di atas pusara sang pendiri Banyumas sebagai bentuk penghormatan tinggi.
Tampak hadir pula dalam jajaran rombongan antara lain para Asisten Sekda Banyumas, anggota DPRD Banyumas Ofan Sofyan, serta jajaran pejabat tinggi daerah lainnya. Kehadiran mereka mempertegas kebersamaan dalam menghargai sejarah panjang kabupaten ini.
Bupati Sadewo dalam sambutannya mengingatkan bahwa capaian dan kemajuan yang dinikmati masyarakat Banyumas hari ini merupakan buah dari dedikasi dan perjuangan para pendahulu. Sosok Raden Joko Kaiman disebutnya sebagai peletak batu pertama pengabdian bagi daerah.
“Tujuan ziarah ini bukan bermaksud mengkultuskan Adipati Warga Utama II, melainkan sebagai sarana pengingat akan jasa para leluhur yang telah memberikan pengabdian terbaiknya untuk Kabupaten Banyumas,” tutur Sadewo dalam bahasa Jawa dialek Banyumasan yang khas.
Ia pun mengisahkan kembali keluhuran budi Raden Joko Kaiman. Setelah dinobatkan sebagai Adipati Warga Utama II oleh Sultan Pajang, Hadiwijaya, sang pemimpin justru memilih membagi wilayah kekuasaannya demi keadilan bagi saudara-saudara iparnya.
“Saat masih hidup, beliau menunjukkan pengabdian yang tulus tanpa pamrih pribadi. Semua dilakukan demi kemaslahatan rakyat. Saat menjabat Adipati Wirasaba, wilayah kekuasaannya justru dibagi menjadi empat untuk diserahkan kepada para iparnya,” jelas Sadewo.
Kisah inilah yang membuat Raden Joko Kaiman dijuluki sebagai Adipati Mrapat. Ia lebih memilih mengembangkan wilayah Kejawar yang kemudian menjadi cikal bakal Kadipaten Banyumas, sementara tiga wilayah lainnya adalah Banjarpertambakan, Merden, dan Wirasaba.
Bupati menegaskan bahwa semangat kerelaan berkorban dan jiwa kesatria tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Sadewo mengajak seluruh pihak untuk memetik hikmah dari kegiatan ziarah ini sebagai momentum evaluasi diri dalam membangun daerah.
“Kami berziarah untuk mendoakan Raden Joko Kaiman. Beliau adalah sosok yang telah membangun fondasi kuat sehingga Banyumas bisa terus berkembang hingga di usia yang ke-455 ini,” pungkasnya.
Usai merampungkan prosesi tabur bunga, Bupati Sadewo bersama seluruh rombongan melanjutkan kegiatan dengan menghadiri acara tasyakuran yang digelar di Bale Adipati Mrapat, Kecamatan Banyumas.
*Berita ini telah tayang di Suara Merdeka Banyumas, 12 Februari 2026.



