Swara Bumi Martabat Jiwa: Harmoni Gamelan Kembali Mangumandang di Kota Lama Banyumas

BANYUMAS – Getaran Saron, Bonang dan Gong yang mengalun dan keselarasan nada yang meruang akan segera menyapa masyarakat dalam perhelatan budaya Banyumas Gamelan Festival (BGF) #2. Mengusung tema besar “Swara Bumi Martabat Jiwa”, festival ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 25 April 2026, bertempat di pelataran bersejarah Taman Sari, Kecamatan Banyumas.

Acara yang diproyeksikan menjadi ruang temu antara tradisi dan masa depan ini akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Bukan sekadar panggung pertunjukan biasa, BGF #2 hadir sebagai pengingat bagi generasi muda di tengah arus modernitas. Narasi yang diangkat menitikberatkan pada filosofi gamelan sebagai suara bumi, identitas yang rendah hati seperti tanah, kokoh laksana gunung, dan selaras dengan alam.

Sanggar Oemah Gamelan sebagai penyelenggara menegaskan bahwa setiap denting gamelan dalam festival ini adalah doa dan setiap nadanya adalah pengingat bahwa martabat manusia tumbuh dari kesadaran budaya. Melalui festival ini, identitas lokal Banyumasan tidak hanya dirayakan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga diposisikan sebagai visi global yang kreatif dan spiritual.

Kawasan Kota Lama Banyumas, khususnya Taman Sari, dipilih sebagai lokasi kegiatan guna memperkuat atmosfer kultural dan sejarah yang kental. Festival ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk kembali mengenal jati diri yang mungkin mulai memudar diterpa zaman.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Tim Redaksi

Kalau ada typo, itu bukan salah kami—itu ujian kesabaran pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *