
Sore hari biasanya beliau tidur. Tidak bisa diganggu. Kecuali ada acara yang membuatnya tertarik. Dia adalah Nasirun. Pelukis kondang yang sekarang tinggal di Yogyakarta asli tanah ngapak.
Dengan songkok hitam penuh dengan coretan tinta, Pak Irun panggilan akrabnya menjadi bagian dari Bisik Serayu Festival 2025. Dia melakukan live painting di pembukaan acara yang di gagas oleh Rianto, Maestro Tari Lengger Lanang dari Banyumas.

Penggunjung yang datang di pembukaan Bisik Serayu Festival 2025 diminta membubuhkan tanda tangan di kain putih sepanjang 50 meter. Di kain itulah Nasirun akan melukis.
Baginya, mengikuti Bisik Serayu Festival adalah dirinya balik kandang (pulang ke rumah). Bukan sekedar mendukung acara. “Mosok sih umahe dewek duwe acara ora bali?”.
Selain itu harapan dari Nasirun setelah penggunjung pulang membawa oleh-oleh. Apapun itu. Bisa membeli produk UMKM, buku, membawa cerita dan membawa nilai yang ada di festival ini. Bisik Serayu Festival 2025 berlangsung dari tanggal 23-24 Agustus 2025 di Rianto Dance Studio Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.





One thought on “Nasirun: Bisik Serayu itu Saya Balik Kandang”