
Novel My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student (UMP Press, 2023) adalah novel karya Akhmad Fauzan dan Eli Antina yang mengandung drama kehidupan dan romantisme. Ceritanya menyentuh hati, sarat makna dan pelajaran hidup. Novel ini menarasikan lika-liku kehidupan penulis setelah menjalani pernikahan.
Akhmad Fauzan sendiri lahir di Pemalang, pada 21 Desember 1982. Saat ini, ia menetap di Banyumas, menyelesaikan studi sarjana dan magister di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dengan mengambil Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Saat ini, ia menjadi dosen tetap di almamaternya itu. Ia kerap diundang sebagai motivator bagi para pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta perguruan tinggi. Adapun Eli Antina, sang istri dari Fauzan, lahir di Banyumas, pada 7 Juli 1976. Menempuh pendidikan sarjana Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) di Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang diselesaikan pada tahun 2000. Ia pernah mengajar Bahasa Inggris di Pusat Bahasa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto (sekarang UIN SAIZU), dosen Bahasa Inggris di Pusat Bahasa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan setelah itu diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ditugaskan mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas sampai saat ini. Karyanya ialah novel berjudul Being a Teacher Like Muhammad SAW dan My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student.
My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student adalah novel beralur maju-mundur yang dibagi ke dalam tiga belas bagian/bab cerita. Pembaca akan dibuat penasaran dengan sajian alur, terjebak dalam suspense-nya, dan dengan demikian terus ingin mengikuti rangkaian kisah hingga akhir. Bahasa yang digunakan mudah dipahami, tidak terlalu menitikberatkan pada simbolisme-simbolisme, menjadikannya bacaan yang nyaman dinikmati. Latar ceritanya terjadi di sejumlah sempat, dan dalam esai ini akan dirangkum jalinan cerita dari bab demi bab novel tersebut. Tidak berhenti di situ, sebab akan disoroti pula bagaimana kehidupan pribadi penulis tercermin dalam karakter dan alur cerita yang dituturkan dengan begitu hidup.
Cerita Realita Cinta, Realita Cerita Cinta
My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student mengisahkan hubungan cinta antara Akhmad Fauzan dan dosennya, Eli Antina. Kisah dimulai ketika Eli menemukan buku harian Fauzan, yang memuat perjalanan cinta mereka. Fauzan adalah mahasiswa rajin yang tidak terlalu tertarik pada kehidupan pacaran. Pertemuannya dengan Eli, dosen bahasa Inggris yang cantik dan bijak, membuatnya penasaran dan kagum.
Awalnya, Fauzan berusaha mendekati Eli dengan cara sederhana, seperti menulis pengalaman tak terlupakan tentang Eli di kelas. Ia kemudian memberanikan diri untuk mengajak Eli berpacaran, tetapi Eli menolak karena menganggap pacaran adalah dosa. Fauzan pun menceritakan perasaannya kepada ayahnya, yang justru menyarankan untuk langsung melamar Eli. Meski sempat ragu karena perbedaan usia enam tahun, Fauzan akhirnya yakin setelah mengingat pernikahan Nabi Muhammad Saw. dan Siti Khadijah.
Pertemuan antarkeluarga berlangsung lancar, dan lamaran pun diterima. Eli memilih pernikahan yang sederhana. Setelah akad nikah, hubungan mereka berubah menjadi lebih hangat sebagai suami istri. Dalam perjalanan pulang, Eli tersenyum membaca kisah Fauzan di buku harian, teringat keberanian seorang mahasiswa semester empat yang melamarnya.
Bagian kedua, “My Husband’s My Student”, mengungkapkan sudut pandang Eli. Ia mengenang pesan singkat Fauzan yang awalnya membuatnya terkejut, sekaligus kagum pada ketulusan Fauzan. Eli juga berbagi kisah cintanya di masa lalu, termasuk cinta pertama pada masa SMP yang tidak pernah terungkap, serta kisah cinta kedua yang berakhir karena perbedaan keyakinan. Kisah masa lalunya membuat Eli semakin menghargai keteguhan hati Fauzan.
Pernikahan Eli dan Fauzan dilangsungkan dengan sangat sederhana di rumah Eli di Purwokerto pada 2 Februari 2005. Rombongan pelamar datang dengan dua mobil, membawa Fauzan dan orang tuanya. Maskawin yang disepakati hanyalah uang seratus ribu rupiah dan bacaan Surat Al-Fatihah. Akad nikah dilaksanakan setelah salat Asar. Acara pernikahan berlangsung tanpa dekorasi mewah maupun undangan cetak. Beberapa bulan kemudian, keluarga Fauzan mengadakan tasyakuran di Pemalang, yang sempat membuat Eli khawatir karena melibatkan dukun pengantin.
Bab-bab berikutnya ialah bab mengenai sejumlah rintangan dalam pernikahan, yang dapat dikatakan sebagai realitas cerita cinta, atau cerita tentang realita cinta. Rintangan itu dimulai dengan cerita tentang rintangan kesehatan, penyesuain dengan lingkungan keluarga pasangan, ujian pada kesabaran, kecemburuan, tekanan sosial karena kehamilan, dan rupa-rupa ujian lainnya. Akan tetapi, keyakinan pada fondasi rumah tangga mereka dibangun atas dasar kasih sayang, pengertian, dan saling mendukung dalam setiap tantangan, menguatkan perjalanan cinta mereka.
Dikisahkan, kebahagiaan besar datang ketika putri pertama mereka, Findiya Faalih Fauzan, lahir. Setelah melahirkan, Eli merasakan perhatian penuh dari pihak mertua, meski ia tetap merindukan kedua orang tuanya. Cerita ini ditutup dengan rasa syukur Eli dan doa tulus agar Allah senantiasa melimpahkan kasih sayang kepada kedua orang tuanya, sebagaimana mereka telah menyayanginya dengan penuh cinta.
Bab berikutnya ialah tentang keberlanjutan kehamilan anak kedua dan ketiga. Yang cukup menggelitik ialah bab setelahnya yang diberi tajuk “Aku Selingkuh, Boleh?”. Bagian ini berisi kisah Eli dan Fauzan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus kesehatan spiritual keluarga. Salah satu langkah mereka adalah menjalankan program “0% TV” setelah anak kedua mereka terpengaruh tokoh jahat dari sinetron. Televisi kemudian dipindahkan ke lantai atas dan jarang ditonton. Gambaran semacam ini tentu merupakan hal-hal positif yang dapat diinternalisasi para pembaca dari karya sastra yang mereka konsumsi. Dalam sebuah percakapan santai, Eli iseng memanggil Fauzan dengan nama “Mas Bram,” merujuk pada tokoh suami selingkuh di sinetron CHSI. Hal ini memicu obrolan serius mengenai godaan-godaan kemungkinan hadirnya orang baru dalam asmara mereka. Fauzan mengakui bahwa banyak mahasiswi dan bahkan dosen yang menyukainya, tetapi ia menolak semua itu karena takut dosa dan tidak ingin merusak karier serta keluarganya.
Bab-bab berikutnya menjelang akhir ialah cerita-cerita pelengkap yang dibumbui humor dan gelitikan dari tokoh-tokoh lain yang karib dengan Fauzan dan Eli, misalnya Mas Andri. Ada juga bagian-bagian yang mengisahkan latar Kampus UMP yang menjadi titik mula pertemuan kedua tokoh sekaligus penulis dari novel My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student. Bagian-bagian ini merupakan bagian sorot balik yang memegang peran penting dalam alur cerita novel. Adapun bab terakhir, “Alhamdulillah ‘Ala Kulli Hal, Sakit pun Baik”, menceritakan pandangan Eli tentang hikmah di balik sakit. Menurutnya, rasa sakit membawa banyak kebaikan karena menjadi pengingat untuk bersabar dan bersyukur. Ia pun berdoa agar Allah selalu memberinya kesehatan.
***
My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student boleh dikatakan memiliki relevansi yang kuat dengan realitas kita hari ini. Pertama, ialah isu-isu seputar relasi antara mahasiswa dengan dosen, terutama tentang profesionalitas sang dosen, yang kerap diangkat juga menjadi isu-isu trending di media sosial saat ini. Menurut penelitian Nurhayati dkk. (2024), 84% mahasiswa menganggap bahwa bagaimana penerpan etika di dalam proses pembelajaran antara dosen dan mahasiswa sangatlah penting. Pada novel ini, kita diminta untuk berdiskusi mengenai batasan-batasan profesional yang harus dijaga, agar tidak ada masalah atau konflik yang memberatkan satu pihak. Pada zaman ini, banyak sekali kasus pelanggaran etika terhadap profesionalitas seorang dosen yang berhubungan dengan mahasiswa mereka. Tentunya, harus ada ketegasan terhadap kasus-kasus semacam ini.
Kedua, berkaitan dengan isu asmara, tidak jarang kita temukan perbedaan umur yang ada dalam sebuah hubungan antara sang pria dan wanita, tidak menjadi penghalang dalam mencapai tujuan mulia, yakni pernikahan. Dominan masyarakat masih berpandangan tabu pada pernikahan dengan usia pengantin perempuan lebih tua dibanding yang pria. Novel ini, dengan demikian, bisa dikatakan menyentil isu kebudayaan juga.
Perempuan yang lebih tua dari laki-laki, biasanya dianggap aneh untuk zaman dahulu. Namun, pada zaman terkini, banyak sekali pernikhan yang pasangannya berbeda jauh dengan umur mereka. Ini dapat saja disebabkan oleh psikologis seperti perasasan cinta, kasih sayang, kepedulian, dan lain sebagainya. Dikatakan oleh Fatimah dan Nashar (2021: 4), bahwa jika perempuan itu usianya lebih tua dari sang pria, maka sang perempuan harus dapat menyesuaikan diri dengan usia pria yang lebih muda darinya, termasuk pula menyesuaikan dengan keluarga sang suami. Ada juga yang menyatakan bahwa suami yang umurnya lebih muda, cenderung mendapati tantangan dalam memimpin rumah tangga, berkomunikasi, serta mengambil peran dalam rumah tangga (Hakim, 2025).
Ketiga, novel ini juga memiliki relevansi dari segi budaya, terutama elemen-elemen kebudayaan seperti hadirnya media sosial, trend Wattpad, serial drama, cerita Alternative Universe (AU), atau yang lainnya. Seperti yang dikatakan oleh Salsabila, Fitriah, dan Ruhimat (2023: 81) bahwa ada sebanyak 46% mahasiswa yang mebuka akses ke dalam Wattpad dalam keseharian mereka untuk menemukan konten informasi dalam kehidupan sastra. Novel ini, mencerminkan bagaimana Generasi Z (Gen Z) menggunakan narasi atau cerita-cerita pada berbagai media sosial untuk membentuk fantasi dan refleksi. Generasi ini juga mampu menciptakan kara-karya yang kreatif dan inovatif yang menjangkau seluruh dunia (Maharani, dkk., 2025: 1).
Pada intinya, kita dapat mengatakan bahwa cerita dalam My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student tidak sekadar menyoroti kisah asmara, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting tentang tanggung jawab, sikap profesional, dan ketulusan dalam menjalani dua peran sekaligus sebagai pasangan hidup dan sebagai insan akademik. Yang menjadi catatan, gaya penceritaan dalam buku cukup sederhana dan ringan. Gaya penulisan seperti ini memang memudahkan pembaca, terutama kalangan remaja atau mahasiswa dalam memahami isi cerita-cerita populer, namun bagi sebagian pembaca, terutama para pembaca sastra serius atau kanon, akan menilai kesederhanaan tersebut kurang memberikan kekuatan narasi serta kedalaman literasi yang lebih bermakna. Selain itu, masih ditemukan kesalahan ketik (typo) yang bisa sedikit mengganggu kenyamanan saat membaca. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pada edisi berikutnya, dilakukan penyuntingan yang lebih teliti, guna menjaga kualitas karya dan memberikan pengalaman membaca yang optimal.

Identitas Buku:
Judul : My Wife’s My Lecturer, My Husband’s My Student
Penulis : Akhmad Fauzan & Eli Antina
Penerbit : UMP Press
Tahun terbit : Maret 2023
Jumlah halaman : 174 Halaman
ISBN : 9786235729503
Referensi:
Fatimah, S., & Nashar, N. (2021). Perbedaan Usia Pasangan Suami Istri dan Relevansinya pada Keharmonisan Rumah Tangga. Pamekasan: Duta Media Publishing.
Hakim, A. (2025). “Implikasi Perbedaan Usia dalam Perkawinan terhadap Hak dan Kewajiban Suami Istri menurut Hukum Islam”. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 6(1), 1-17.
Maharani, A. P., Widiyanarti, T., Meilina, A., Lestari, D. A., & Aidilia, Z. (2025). “Kebudayaan Gen Z: Kekuatan Kreativitas di Era Digital”. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(1), 10-10.
Nurhayati, N., Nadhifa, P. M., Salabila, M., & Rahmadianti, R. (2024). “Etika Akademik dalam Berkomunikasi antara Mahasiswa dan Dosen”. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 28927-28933.
Salsabila, S. S., Fitriah, M., & Ruhimat. (2023). “Terpaan Media Wattpad di Kalangan Mahasiswa”. Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, 9(4).




Wah puisinya ngena banget… penasaran, ini terinspirasi dari pengalaman pribadi atau dari cerita orang lain ya?
suka