Bentuk Nyata Pendampingan UMKM Tanpa APBN

Mazidaturrofi’ah sebagai ketua koordinator Kuliah Kerja Nyata (KKN) MANDIRI Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Desa Adikarso menyelesaikan satu demi satu program kerjanya. Salah satunya adalam pendampingan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Desa Adikarso, yaitu dengan mengadakan pelatihan “Digital Marketing” mengusung tema “Menuju Produk Lokal Go Internasional” pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di Aula Balai Desa Adikarso Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen.

Mazidaturrofi’ah, Khurin Ngiin, ⁠dan Irmayatun Alfiah, mereka ngundang saya (Anton Sugandi, S.M.) sebagai narasumber kegiatan pelatihan digital marketing. Untuk melaksanakan program kerja (proker) yang melibatkan banyak orang, tentu tidak mudah. Karena yang diharapkan bukan hanya sebatas acara sudah terselanggara, kemudian rampung. Disampaikan juga oleh Mazidaturrofi’ah (Ning Opi), bahwa kegiatan ini berkelanjutan. Dalam artian, tidak selesai ketika KKN usai. Beliau memang putri salah satu tokoh agama yang mempunyai Pondok Pesantren di Desa Adikarso, sehinga sangat mungkin jika program kerjanya sustainable atau berkelanjutan.

Dari undangan yang tersebar, 22 peserta pelatihan berkesempatan hadir: 14 pelaku UMKM lokal Adikarso dan 8 dari kalangan santri. Dengan membatasi kuota peserta, tujuannya supaya lebih intens. Dan sangat terbukti bahwa saya menyampaikan materi-materi yang sudah saya rangkum, audiens/peserta sangat antusias memperhatikan. Bukti antusiasnya – saat saya menyampaikan contoh tindakan digital marketing adalah menandai tempat usaha di Google Maps (pin lokasi usaha). Bahwa langkah tersebut dinamakan SEO (Search Engine Optimization) yang dengan hal tersebut calon konsumen bisa mengetahui lokasi usaha pelaku UMKM. Tidak cukup menandi lokasi, tetapi meminta konsumen yang sudah pernah beli atau rekan kenalan supaya kasih bintang dan ulasan positif. Sehinga ketika orang mencari usaha yang sejenis, nama usaha kita bisa dalam urutan terdepan dalam mesin pencarian – langsung direspon “Oh iya mas, usaha catering saya belum muncul padahal sudah ada di Maps, tapi mungkin karena tidak ada ulasan apa ya mas?”.

Bahwa sangat penting mengadakan kegiatan yang basisnya digital. Karena jika mengandalkan anggaran negara saya yakin tidak akan merata. Inisiasi seperti ini yang memiliki efek nyata, tidak ada kepentingan tertentu yang sifatnya hanya kegiatan seremonial. Lagi lagi tentang digital marketing, bukan karena gaptek bukan karena buta zaman. Semua hal itu bukan hambatan. Jika hal itu menjadi alasan untuk tidak belajar, maka hukum alam yang akan turun tangan.

Poin yang saya sampaikan dari kegiatan ini adalah digital marketing sudah menjadi kewajiban kita sebagai pelaku UMKM. Langkah awal untuk meningkatkan penjualan adalah mengundang dan memberi informasi tentang usaha kita. Ada beberapa cara, Organic Traffic (mengundang calon konsumen/pembeli) dengan organik/alami yaitu SEO, Media Sosial, Sosial Commerce dan Marketplace. Selanjutnya, traffic dengan mengiklankan secara berbayar di menu iklan yang ada dalam Media Sosial dan Marketplace yang digunakan.

Saya sangat senang sekali atas antusias peserta yang memang beberapa orang saya kenali, dan terima kasih kepada peserta KKN MANDIRI IAINU Desa Adikarso tahun 2025.  Tak hanya sampai di situ, saya juga kasih fasilitas foto atau video konten tanpa biaya. kesempatan kepada segenap pelaku UMKM yang menjadi peserta pelatihan.

Share sekarang, pahala belakangan!
Avatar photo

Anton Sugandi

Anton Sugandi, memaksakan di panggil Mas Andi. Bapak muda dengan keluarga kecilnya. Setiap hari dengan aktifitas sebagai buruh harian lepas, mau disuruh ini-itu. Dan ingin menuangkan bisik kepala lewat huruf yang berjajar. Bisa disapa via Ig @andibrs_24

2 thoughts on “Bentuk Nyata Pendampingan UMKM Tanpa APBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *