
Banjarnegara – Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 075 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan inovasi olahan pangan lokal berupa Permen Gummy Wortel di Desa Wanaraja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Program kerja ini merupakan wujud kreativitas mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi hasil pertanian desa khususnya wortel, agar memiliki nilai lebih serta mampu menarik minat anak-anak untuk mengkonsumsi sayuran.
Wortel dikenal sebagai komoditas lokal yang melimpah di Desa Wanaraja. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi langsung atau olahan sederhana. Menyadari adanya kesempatan ini, mahasiswa KKN 075 UMP mengambil inisiatif untuk mengolah wortel menjadi cemilan sehat berupa permen gummy yang disukai banyak orang khususnya anak-anak. Penanggung jawab program kerja, Salsabila Jovita Rahmah merupakan seorang mahasiswi dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konsumsi wortel, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan di daerah setempat. “Permen gummy berbahan dasar wortel ini kaya akan beta-karoten yang bermanfaat bagi kesehatan mata dan tubuh. Dengan kemasan yang menarik serta rasa manis yang disukai anak-anak, kami berharap camilan ini bisa menjadi pilihan sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Proses pembuatan permen gummy wortel secara singkat yaitu pertama, blooming gelatin dengan cara memasukan 2,5 sdm gelatin ke dalam 50 ml air dingin lalu aduk hingga mengembang. Selanjutnya, jus 2 buah wortel dengan 80 ml air lalu saring. Lalu, masukan 50 gram gula ke dalam panci dan tambahkan 80 ml sari buah wortel ke dalamnya lalu panaskan dengan api kecil. Jika gula sudah larut, tambahkan gelatin dan aduk hingga tercampur rata. Jika sudah masukan 1 sdt agar-agar supaya permen lebih cepat mengeras dan teksturnya lebih kenyal. Jika sudah, matikan kompor dan tambahkan ½ sdt asam sitrat untuk menambah sedikit rasa asam pada gummy. Selanjutnya, cetak gummy dan masukan ke dalam chiller ± 1 hari. Setelah itu, perman gummy siap disajikan.

Dalam pembuatan permen gummy dari wortel, Salsabila menekankan bahwa pemilihan bahan baku yang digunakan harus jelas dan memiliki sertifikat halal. Salah satu titik kritis bahan baku yang digunakan pada pembuatan permen gummy ini adalah gelatin. Penggunaan gelatin yang dipilih berbahan dasar dari sapi dan bersertifikat halal. Hal tersebut yang harus menjadi perhatian karena gelatin berbahan dasar babi masih banyak beredar dipasaran.
Selain membuat permen gummy dari wortel, mahasiswa KKN 075 juga memberikan pelatihan kepada kelompok ibu-ibu PKK di Dusun Pagondangan mengenai pemilihan bahan baku yang halal, cara pembuatan, pengemasan, dan strategi pemasaran produk tersebut. Diharapkan hal ini dapat menciptakan peluang usaha baru yang berbasis pada potensi lokal desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 075 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tidak hanya membawa inovasi dalam makanan sehat, tetapi juga ikut serta dalam pemberdayaan komunitas dengan mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai jual yang tinggi.




